Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Author: financialpowerbomb
Sekitar jam 2-an siang di kantor saya baru sadar kalau ternyata gig Sunami itu ada di tanggal 29 September yang sebelumnya dimajukan dari tanggal 30 September! Asli sih itu berasa kaya kena tampol di moshpit padahal gak ikut violent dance haha! Akhirnya sayapun izin last minute sama bini tercinta dan akhirnya dapat approval buat dateng liputan #SunamiJkt. Gig tanggal 29 September itu pun agak berbeda dari sebelumnya karena venue yang biasa dipakai, yakni Toba Dream, tidak dipakai untuk perhelatan kali ini. Dan akhirnya Bali United Studio-pun menjadi tempat perhelatan untuk gig #SunamiJkt kali ini. Sebenernya bayangan mimin untuk gig kali…
Saya kurang inget secara detil tentang kapan pertama kali melihat performance dari Avin ketika membawakan lagu-lagu dia sendiri, mungkin 11 tahun yang lalu. Tapi ada satu hal yang saya ingat ketika mendengarkan hasil songwriting-nya pertama kali di dalam hidup saya yaitu “Damn! This kid got something!”. Dan memang percaya, pada gig tersebut saya melihat sebuah potensi beliau dari sisi songwriting dan memang pada akhirnya semua ini terdeskripsikan dengan Cubfires. Selain diyakinkan dengan single “Stay Too Long Where You Don’t Belong”, memang apa yang saksikan bertahun yang lalu membuat saya yakin untuk merilis EP pertama Cubfires pada tahun 2018 silam di…
“The work of caring for people is an essential but disavowed and devalued aspect of capitalist societies.” —They Call It Love: The Politics of Emotional Life, Alva Gotby “MILIARAN perempuan membersihkan dunia setiap harinya tanpa lelah. Tanpa kerja mereka, jutaan karyawan dan agen kapital, negara, tentara, dan lembaga kebudayaan, lembaga kesenian, dan lembaga ilmiah, tidak dapat menggunakan kantor mereka, makan di kafetaria, mengadakan rapat, atau mengambil keputusan berharga di ruang bersih di mana keranjang sampah, meja, kursi, kursi berlengan, lantai, toilet, dan restoran telah dibersihkan dan siapkan untuk mereka” kata Françoise Vergès dalam pembuka A Decolonial Feminism (Pluto Books, 2021).…
Dirty Ass merupakan sebuah band yang mimin bilang selalu berada di area abu-abu, karena apabila kalian dengarkan memang band ini secara musikalitas yang ‘in between’. Dan mimin rasa hal ini juga yang sebenarnya mempengaruhi kolektif dan skena Tangerang sampai detik ini. Karena di dalam gig DIY lokal sendiri, kencenderungan line-up yang blending itu besar sekali. Malah hampir tiap gig line-up yang ada di gig sirkuit DIY Tangerang mengandung berbagai band dan musisi dengan genre dan style berbeda. Justru karena grey area tadi menjadi advantage point si Dirty Ass. Kadang di-embrace juga oleh skena punk karena memiliki etos kerja dan juga…
Alhamdulillah akhirnya bisa nulis lagi dan kali ini merupakan sebuah segmen baru di webzine tercinta ini namanya “Knurd Mailday”. Jadi karena memang mata para penulis yang cukup “sirep” gara-gara pekerjaan sehari-hari dan juga tema kehidupan lainnya, akhirnya kamipun membuka segmen berjudul “Knurd Mailday” yang dimana isinya adalah review singkat ala-ala zine MRR atau Razorcake dari setiap rilisan yang masuk ke inbox email Knurd setiap harinya. Selanjutnya dari review rilisan ini akan memungkinkan untuk band yang ditulis untuk diangkat ke tulisan secara eksklusif lebih panjang nantinya. Untuk selanjutnya, kami minta doa aja agar segmen ini diadakan secara rutin dan rajin. Oke…
Artikel ini merupakan sebuah artikel repost dari Bapak Norman Saputra yang dimuat di blog pribadi beliau. Norman Saputra juga dikenal sebagai penulis buku “I Wanna Skank : Melacak Ska di Jakarta 1996-2006” Setelah Green Day sukses di ranah mainstream pada pertengahan dekade 1990, sebagian label mayor mulai melirik punk rock sebagai hal yang profitable. Meski demikian, tak serta-merta banyak band punk yang ingin bergabung. Padahal bila merunut ke belakang, sesungguhnya punk rock memiliki kedekatan dengan label mayor. Seperti Sex Pistols pernah bernaung di EMI lalu di Virgin. The Clash dan The Vibrators di Epic. The Saints di EMI, Slaughter &…
Sebenarnya atmosfer gig tanggal 20 Agustus kemarin cukup positif. Dari traffic pas on the way ke gig juga ga ada yang aneh-aneh sih. Bener-bener minggu sore yang cukup chill sebenernya kalau mimin deskripsikan. Jadi sore itu merupakan perhelatan dari gig Fiddlehead dalam rangka tur South East Asia mereka yang dimana sebelumnya band ini telah menyambangi beberapa kota di Jepang dan selanjutnya akan bergulir kepada tur di daratan Australia. Saya dan beberapa rekan lain di Knurd akhirnya bertolak pada jam 3 sore karena pertimbangan cuaca yang lebih enak juga dan juga kayanya jam segitu gak bakal telat-telat amat untuk mengikuti sebuah…
Umumnya konser penting atau perayaan hari jadi yang ditemui di kancah musik lokal sering berformat satu warna yang mana hanya mengundang kawan-kawan satu genre. Tidak bagi Brigade 07, band melodic punk/pop punk asal Malang yang berdiri sejak 2002 ini merayakan ulang tahunnya dengan rekan-rekan musisi lintas genre dalam konser bertajuk “Punk Rock Survivor. Event ini mensinyalkan bahwa kancah musik Malang ada dan hadir bukan hanya karena satu warna musik tapi dari kontribusi banyak warna yang membentuk ekosistem serta dukungan rekan luar kota. Setidaknya itulah yang tersirat pada event hari Sabtu, 24 Juni 2023 tersebut. Event yang berhasil digelar oleh @realizmeightyseven…
Ini merupakan sebuah tulisan yang kami repost dari blog Catatan Norman. Penulis dari artikel ini, Norman Saputra, juga dikenal sebagai author dari buku “I Wanna Skank: Melacak Ska Di Jakarta 1996-2006” dan juga pernah aktif mengelola label Emo/Punk/Metal/Alternative bernama Fast Youth Records. Duta Suara jalan Sabang adalah salah satu tempat favorit saya. Dengan mengantongi duit sebesar 20 – 25 ribu saja, sudah pasti saya pergi ke sana. Dari Rawamangun saya naik bis PPD 973, lalu turun di Sarinah, untuk kemudian jalan kaki menuju Duta Suara. Menjelajahi rak-rak kaset sesuai abjad, guna menemukan “hidden gem” adalah ritual yang selalu saya lakukan.…
Udah lama juga gak daper submission buat review single dan akhirnya kita dapet dari band melodic hardcore dari Bali, Night Story. Jadi band ini saya temukan via perkenalan saya dari seorang entrepreneur, Deguz Gia, yang dimana saya lagi belanja nasi pedesnya yang bernama “Warung Nasi Bahagia” (Asli ni enak bener gan nasi pedesnya) dan pada waktu itupun saya diperkenalkan dengan band ini. Night Story merupakan salah satu eksponen melodic hardcore dari skena Bali yang telah eksis dari tahun 2015. https://www.youtube.com/watch?v=TByujrmwuvk Dan pada tahun ini, Night Story baru saja merilis single perdana mereka yang berjudul “Terbang Tinggi Dan Tenggelam”. Pada single…
