Author: financialpowerbomb

Dari sekian lamanya menjadi dedicated fan, akhirnya tiba dimana saya menulis review restrospektif dari Lifetime. Sebenarnya apa yang terjadi dengan saya dan Lifetime merupakan sebuah chemistry yang terjadi secara alami dan simpel. Untuk hal pertama yang disebutkan alami karena apa yang band ini lakukan dalam etos kerjanya selama active carreer span-nya merupakan hal yang, saya percaya, sincere hingga menghadirkan interaksi yang organik bagi para pendengar band ini. Pun sang penulis mengenal band ini memang secara organik ketika nama mereka tersebut di sebuah forum musik bernama Kaskus. Saya nama mereka terterapun menunjukan sebuah dedikasi band terhadap skena hardcore/punk dengan mengusung etos…

Read More

Masih ingat betul ketika saya sendiri mengenal Vague via website netlabel terkemuka asal Jogja bernama Yes No Wave. Memang Vague sendiri bukan sebuah signee dari Yes No Wave, namun subsidiary label mereka bernama Tsefula/Tsefuelha. Dari sekian panjangnya sejarah musik Post Hardcore lokal, saya bisa bilang Vague merupakan band yang cukup langka di kelasnya. Dengan kata kunci “Revolution Summer”, Vague sendiri mengguratkan sebuah babak baru bagi perkembangan skena Post Hardcore lokal. Redaksi Knurd baru saja melakukan interview dengan band ini di tengah pepatnya kesibukan kerah biru kami. Seperti teman lama, kamipun banyak berbicara mengenai Happytosscore hingga presentasi sound yang akan mereka…

Read More

Masih cukup fresh di kepala saya tentang bagaimana pertemuan pertama saya secara individual dengan band Melodic Hardcore asal Bandung ini, Nudist Island. Saya bisa menyebutkan kompilasi “New Generation Calling” yang dirilis oleh label asal Bandung, Spill Records, merupakan media pertama saya mengenal band ini. Untuk beberapa individu yang besar di tahun 2000-an dan membeli kompilasi wahid ini mungkin akan terintroduksi dengan tembang “Rishdie 3” untuk mengenal band ini. Pada tahun 2003 memang saya yang duduk di bangku SMP itu belum mengenal sebuah skena lokal dan secara spesifik juga belum tercerahkan mengenai skena Melodic Hardcore yang memang sedang emerging di tahun…

Read More

Cukup menyenangkan untuk mengetahui beberapa band favorit redaksi cukup rajin merilis katalog baru dan dalam konteks ini kami merujuk kepada salah satu aksi Emotive Melodic Hardcore asal Bekasi bernama Zeal. Dari waktu ke waktu, kami akui bahwa band ini selalu menghasilkan stuff yang worth to listen. Dan khusus 2023 kemarin. terdapat 2 single dari band ini yang dirilis di tahun bersamaan. Khusus tahun ini terdapat single “No Swivel” yang menghiasi awal tahun 2024 ini. Single “No Swivel” merupakan materi yang mid-tempo namun apa yang kami rasakan pada single ini adalah komposisi yang tepat diletakan antara komposisi musik dan juga melodi…

Read More

Dekade terakhir ini, walaupun tidak terlalu signifikan skena Orgcore di Tangerang khususnya cukup menarik untuk diperhatikan. Salah satunya adalah ketika Waxtape muncul ke permukaan dengan songwriting Descendent-esque-nya. Cukup senang juga akhirnya mengetahui ada The Joey dari skena Tangerang. The Joey sendiri kami nilai berhasil mempresentasikan sound pop punk ala Green Day era pra-American Idiot. Terdapat 3 lagu di dalam mini album “Semakin Tua, Semakin Menyebalkan!!! Fuck”. Mungkin salah satu track paling favorit mimin adalah “Kesepian” yang terdengar melodius nan catchy. https://www.youtube.com/watch?v=xy1SbhEKIjs Sebenarnya yang cukup menyenangkan adalah The Joey merupakan band yang berkiblat dengan sound Pop Punk Barkeley 90-an ala Green…

Read More

Tahun 2000-an sampai 2010 awal merupakan era-era dimana skena hardcore punk lokal sedang dilanda hiruk pikuknya musik dari subgenre grindcore bernama Powerviolence. Dan seperti yang kita ketahui kalau youth culture merupakan obyek yang progressif dan di antara absennya produksi band Powerviolence ataupun Noisecore, 2 orang teman saya kayanya mengalami romantisme yang cukup dramatis hingga membentuk Duo Antimusik bernama WaduxWaduxWadux. Dalam percakapan ini kami berbicara banyak tentang songwriting, proses recording yang cukup berwarna di Bulletproof Studio, hingga skena Powerviolence itu sendiri. Pertanyaan pertama, kenapa kalian bisa nge-band bareng?                           …

Read More

Gak sangka kalau saya akhirnya masih bisa duduk di depan laptop lagi dan ya lagi-lagi banyak kepentingan pekerjaan dan kehidupan pribadi dari saya yang akhirnya meninggalkan skena tulis menulis untuk beberapa bulan ke belakang. Dan mungkin sebuah takdir akhirnya kalau saya sampai bisa memposting review album dari Glitterer karena emang niatnya sendiri sudah kami benamkan jauh-jauh waktu rilisnya full length yang berjudul “Life Is Not A Lesson”. Kita tahu bahwa terdapat sebuah hiruk pikuk argumen publik yang menghendaki reeksistensi dari band post hardcore legendaris bernama Title Fight. Sebenernya hal ini merupakan hal yang cukup diperhitungkan terjadinya semenjak kuartet tersebut hyping…

Read More

Sebelas tahun sebelum Title Fight merilis “Floral Green” yang digadang-gadang sebagai cetik biru baru sound Post Hardcore di dekade 2010-an, LP “United By Fate” dari Rival Schools dirilis oleh Def Jam Records. Saya sendiri menganggap LP ini merupakan sebuah crucial work yang dimana suka atau tidak suka memang “United By Fate” craving berbagai macam variasi sound Post Hardcore yang berkembang cukup signifikan di dekade 2010-an. Berbicara mengenai Post Hardcore sendiri memang secara benang merah nilai historikalnya cukup mirip tentang apa yang terjadi terhadap Punk dan Post Punk di awal 80-an. Dimana Post Punk sendiri lahir dari stagnasi dan exploration will…

Read More

Words by Adam Sudewo “Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaan saja, dia gila. Barangsiapa memandang pada penderitaan saja, dia sakit.” Itulah yang dikatakan Kommer ketika selesai membaca naskah Nyai Surati—sebuah naskah paling mentereng yang pernah ditulis Minke dalam semesta Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Apa yang dikatakan Kommer ada betulnya. Mengingat naskah tersebut memuat begitu banyak penderitaan yang merembesi dada Minke akibat mekanisme kekerasan feodal dan kolonial yang diraba dan dialaminya sepanjang hidup. Kritik Kommer tentu tidak mengaras pada bagaimana naskah itu bekerja. Melainkan soal padandangan Minke terhadap hidup yang kepalang keras dan berat, seolah kepalanya…

Read More

Chapter V : The Noise Dealers Diaspora subkultur Indie Punk sebenarnya bukan merupakan sebuah diaspora yang terjadi secara sendirinya dan memang kami akui terdapat beberapa pihak yang menjadi semacam katalis hingga diaspora ini dapat terjadi. Kami sebutkan katalis di paragraf sebelumnya, karena tidak hanya para eksponen ini merilis, mempublikasikan, ataupun booking shows untuk band dan musisi Indie Punk tetapi para pelaku ini juga memberi label kepada musisi yang disebutkan dengan label “Indie Punk”. Asian Man Records Sebenarnya untuk menyebutkan Asian Man Records sebagai sebuah label Indie Punk adalah kurang tepat adanya. Karena memang apa yang dilakukan oleh record label…

Read More