Author: Satriyo Prakoso

Di era media sosial dengan kecanggihan hyper connectivity-nya ini semua informasi memang sangat mudah didapat. Cuma paradoks lain yang muncul adalah malah terkadang karena dijejali oleh begitu masifnya informasi melalui berbagai platform berakibat banyak juga informasi penting ataupun yang sebenarnya sangat relate dengan kita yang terlewat. Perkembangan algoritma memang sangat pesat dan kadang juga menyebalkan. Memilah dan memilih apa yang kita konsumsi pun sudah jadi sebuah keharusan. Termasuk juga informasi akan musik-musik baru yang kadang terlewat oleh radar kita. Bisa karena memang musiknya bukan selera kita atau bisa juga promosinya kurang. Cuma kadang yang bikin geregetan adalah ketika ada musisi/band…

Read More

Baru beberapa hari melewati 2023. Tahun yang cukup memorable dengan segala dinamikanya. Teruntuk catatan di kancah musik lokal dan ekosistemnya pun sepertinya sama. Selalu menarik jika berbicara gejolak yang terjadi di kancah musik lokal Palembang. Ada band baru yang sedang berprogres dan juga band lama yang kembali hadir. Ada Svvara, kuartet indie pop, yang cukup mencuri perhatian dengan EP “Chromatic Side”-nya yang kembali dirilis Ear to Ear dan mereka juga jadi salah satu band yang terpilih untuk tampil di Pemanasan Pestapora di Jakarta beberapa waktu lalu bersama 6 band lain yang sudah diaudisi dan dikurasi sebelumnya. Ada juga The Sams,…

Read More

Menuju akhir 2023 ketika mengetik rilisan pers ini. Semakin mendekati 2024 yang mana akan menjadi tahun politik yang panasnya sudah mulai terasa dari sekarang. Pertunjukan dari manuver-manuver politik yang mulai tampil di panggung politik negara ini dan memaksa kita semua untuk duduk manis menyaksikan semua alurnya. Kaget juga ketika menyimak lagu demi lagu sambil membaca lirik dari debut mini album DIVN yang berjudul “May We All Heal from Things We Don’t Speak About”. Ada similaritas yang berkaitan dari apa yang saya lihat sedang terjadi dengan lagu-lagu mereka. Mereka juga mengaduk potongan elemen musik noise, post-hardcore, sludge, dan juga industrial menjadi…

Read More

Hari Minggu, 19 November 2023 kemarin beberapa kolektif di Palembang dari Youth Generator, Spektakel Klab, Mataram Collabs, Painting Everythink, Pop Sicel, dan Tigo Sengah bahu membahu dalam Palembang Networks of Friends for Palestine & All Liberation Movement membuat sebuah acara penggalangan dana dengan tajuk “From the River to the Sea. Palestine Must be Free.” Acara digelar di Rumah Sintas Palembang dengan menghadirkan penampilan dari band, musisi, dan penampil lokal seperti Ade Risky, Chicken Shit Flower, Egoism, Erazed, HutanTropis, Latch, Leisa, Riouth, Sawibeats, Serud, Sumar, Sunwish, Svvara, The G.R.O.S.S, dan Wong Gerot. Ada juga pertunjukan teatrikal puisi dan cerpen dari Malam…

Read More

Kacau dan berantakan. Dua hal yang muncul di dalam kepala saya ketika pertama kali menyaksikan HOAX, sebuah band chaotic hardcore dari Palembang. Pertama kali menonton mereka, entah tahun berapa di dekade yang lalu, saya bingung dengan apa yang mereka mainkan. Ganjil, cepat, dan berpola tidak lumrah seperti lagu pada umumnya. Yang belakangan saya ketahui ternyata memang mereka punya pola sendiri dalam penyusunan lagu-lagu mereka. Dan pola itulah yang menurut saya membuat mereka berbeda. Kekacauan lain yang muncul bukan cuma dari pola penulisan lagu. Aksi panggung mereka pun tidak kalah nyeleneh. Bayangkan saja di tengah lagu, floor tom drum tiba-tiba diangkat dan dipindahkan…

Read More