Author: angrysons

“Karena #postpunkbantupopstpunk, di Malang 80s is forever.” Post punk di jawa timur mungkin skena yang dengan regenerasi yang sedikit lambat, dan baru di era 2020an ini satu kota ada dua sampai tiga band. Biasanya hanya satu atau dua. Dalam rangka menyambut tur dari band Jakarta, Temarram, 1001 Malam menyelenggarakan Post Punk Ceremony (Malam Ke-V). Menampilkan Closure, Celestial Carnage, re:NAN, Mmmarkos, Pillhs Castle, dan Temarram. Gig ini bisa dibilang representasi skena post-punk/new wave era 2010an akhir sampai 2020an terkini di Jawa Timur. Belum pernah dalam satu gig berisi band post punk semua di Jawa Timur ini. Bertempat di Guttast Coffeeshop,…

Read More

Juli 2023 merupakan hari yang spesial bagi Bedchamber, yaitu hari perilisan sophomore mereka berjudul Capa City. Hampir 5 tahun jarak Capacity ke Geography, full album pertama mereka. Sekilas dalam pendengaran pertama, tidak ada yang banyak berubah dari aransemen Bedchamber, apalagi drum yang agak motorik itu dan bassnya yang prominen, kedua personilnya yang bertugas di dua departemen itu malah literally menikah. What a wholesome couple.  Album Geography menawarkan pendengar perpaduan yang menarik antara treatment lo-fi bertabur reverb basah dengan sentuhan indie pop yang heartwarming, sedikit mengingatkan pada Wild Nothing dan Beach Fossils. Dengan lirik yang puitis, rima yang tepat dan melodi…

Read More

Malang, 02 Februari 2024 – Unit emo Malang, Costive dengan bangga mengumumkan peluncuran debut singlenya, “Cold and Callous”. Single penuh kepedihan dan penyesalan ini akan hadir di semua layanan pemutar musik digital mulai 02 Februari 2024. Single debut ini merepresentasikan konten mini album yang akan datang karena berbagi nama dengannya yaitu The Cold and Callous EP. Mini album ini akan menjadi narasi besar untuk mewakili cerita dan perasaan masing-masing personil yang ada di dalam Costive.  Narasi besar tersebut diawali oleh “Cold and Callous” yang menceritakan tentang perpisahan dan luka teramat sangat atas kekecewaan yang mendalam akibat dikhianati oleh seseorang. Single…

Read More

Jakarta, Februari 2024. Lama tak terdengar kabar, grup musik Anggisluka salah satu punggawa Alternative/Ambience/Dreampop dari Kota Yogyakarta kembali merilis single bertajuk “Seduce” di sederet platform digital mulai Februari 2024 ini Seduce bercerita tentang pertemuan dua sejoli yang tengah memadu kasih dan berjanji untuk selalu percaya, setia, menguatkan dan saling melengkapi satu sama lain Dalam penggarapan lagu yang ditulis oleh Sang Vokalis-Gitaris Anggito Rahman, kali ini mereka dibantu oleh kawan bernama Opik Tri Handono yang sebelumnya tergabung di band Ruangmaya dan Perfect Blondies, juga musisi tamu Dany Dwia dari Lugout dan Brigita Vony (Sungai/Belkastrelka). Brigita Vony yang membantu di departemen vokal…

Read More

“melamban bukanlah hal yang tabu” Tidak dimungkiri dalam lanskap genre musik yang terus berekspansi, ada beberapa genre yang muncul secara diam-diam seperti ledakan gunung bawah laut. Genre yang semacam ini memberikan dampak yang besar meskipun sifatnya sederhana. Genre slowcore menjadi salah satu contoh bukti fenomena ini. Sering kali dicirikan oleh pendekatannya yang melankolis dan minimalis, Slowcore lahir di akhir tahun 1980an dan awal tahun 1990an, kelahiran Slowcore menandai perubahan yang signifikan dari suara energik dan memberontak yang lazim di era itu. Akar dan Karakteristik Peletak batu pertama Slowcore dapat ditelusuri kembali ke band-band seperti Low, Codeine, Galaxie 500, dan Red…

Read More

“Relatable tapi miserable di saat yang bersamaan.” Hallway merupakan unit alt shoegaze asal Malang yang baru saja merilis EP terbaru mereka pada 30 Juni 2023 lalu. Di bawah naungan Haum Entertainment, Hallway berhasil mengemas “Kehampaan” ke dalam 6 lagu di EP pertama mereka ini. Kalau saya pikir: “Kenapa ya lagu-lagu kayak begini tuh lagi marak di industri musik Indonesia?”. Mungkin jawabannya itu ada pada diri saya sendiri: Saya butuh asupan kesedihan, saya butuh merasakan sesuatu yang relatable tapi miserable di saat yang bersamaan. “A Void Reality” mengangkat rasa gusar, kesedihan, kemarahan, kekecewaan, merasakan kesepian, atau secara singkat pendengar diajak untuk merayakan “kehampaan”.…

Read More