Interview Bersama Hong!

Hong! merupakan sebuah band yang lumayan memiliki impact dalam atmosfer skena mikro DIY Tangerang. Di samping para personilnya yang sampai detik ini masih aktif mengelola kolektif musik swadaya bernama Elang Terbang Kolektif, Hong! juga dikenal sebagai band yang memiliki etos kerja produktif yang diwujudkan dengan tour date yang cukup intens dan juga rilisan yang jumlahnya cukup banyak. Berikut merupakan interview redaksi Knurd yang banyak di-bully-nya dibanding dijawabnya. Sat bener emang!

Knurd : Pertanyaan pertama, nama di balik Hong! tuh apa sih??
Adit : Nama dibalik Hong! adalah !gnoh rizk
Petir : Hmm, nama Hong! itu diambil dari kata yang biasa kita pakai kalau main petak umpet yang artinya “Kena kamu!”. Pemberian nama ini pun spontan karena cuma 4 huruf dan mudah di ingat. Ditambah konsep musik dan lirik yang ga bertele-tele jadi membuat lebih nendang aja langsung ke telinga pendengar.

Knurd : Kalau saya perhatikan di Hong! sendiri banyak kosa kata yang dipakai di konten lirik yang merupakan “bahasa lokal”, kaya Blegedemen atau Harak.
Apakah memang hal tersebut merupakan hal yang memang dikonsepkan menjadi karakteristik dari musik Hong! ??
Petir : Niatnya memang mau menggunakan tata bahasa sehari-hari yang kami pakai. Tapi, ketika Gerry masuk semuanya menjadi lebih sistematis dan tertata pemilihan kosakatanya. Kalau yang mendengarkan band ini dari awal pasti merasa ada perbedaan dari EP perdana Salah Kaprah dengan semua EP setelahnya. Mungkin Gary ada tambahan?
Gary : Bahasa Indonesia itu keren dan memang gue konsepkan pemilihan katanyanya. Karena sedari awal Hong! ingin membawa kearifan lokal Tangerang. Jadinya yah seperti yang ada di lagu semua

Knurd : Ngomongin Tangerang, Mamet Barefood pernah wondering kuliner kota Tangerang tu jadi konten youtuber mulu. Seenak itu kah kuliner Kota Tangerang??
Gary : Gua belom liat si Youtube nya, tapi memang banyak makanan enak di Tangerang. Seperti nasi jagal yang merupakan cindra mata bagi temen-temen luar kota yang lagi tur ke sini.
Panjang klo ngomongin ini, sama kaya rasa kesal gua dengan orang yang punya Rizkan Records.
Yang lain bisa menambahkan mungkin?
Adit : Setiap kota pasti punya kuliner andalannya, begitu juga Tangerang… Silahkan coba laksa atau nasi jagal ketika berkunjung ke tangerang dan langsung buktikan sendiri kelezatannya
Petir : Bener! Ngomongin kuliner memang ga ada abisnya. Tapi, tenda dua cobra juga salah satu makanan favorit orang Tangerang. Gua merasa ngeri untuk memilih ular cobra yang akan di makan. Tidak bisa gua bayangkan.
Adit : Ini favorit gue juga dulu… Darah cobra dan sup cobra nya mesti coba

Knurd : Next question, dari semua personil Hong! sebenarnya punya proyek musik lain, seperti Geri dulu pernah aktif di Plat Kopling, Petir di Rejected Kids, Abi di Flowr Pit, Adit di Save Face. Kenapa memilih Hong! sebagai proyek musik yang mengusung musik hardcore/punk??
Adit : Kalo gue pribadi, Hong! ini adalah band pertama gw lagi setelah beberapa tahun vacum ngeband karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan berpindah-pindah kota… Dan kenapa harus HC Punk??… Gue ga milih HC Punk, tapi  HC Punk yang milih gue brou!
Abi : Gua yg dipilih sama Hong! alias kalo gua karena baru masuk di tengah2, jadi lebih ngikut aja sih selama masih suka sama musiknya
Petir : Kadang gua juga ga bisa tinggal diam kalo inspirasi soal musik sudah meledak-ledak di kepala. Jalan satu-satunya ya bikin projek musik baru lagi karena ga mungkin kita memaksakan band kami yang lainnya untuk membawakan konsep musik yang sudah dijalani dari awal. Yang pasti, gua juga ga pernah sangka kalau band ini akan berjalan sampai sejauh ini dan tetap konsisten merilis sesuatu.
Adit : Karena dia jago.. Ga perlu dipertanyakan lagi.. Abi Robocop
Gary : Gua sama kaya abi, diajak sama Petir. Tapi basic nya gua suka HC Punk. Yasudah jadi cocok
Petir : Kita memilih Abi karena dia Jago. Hahaha!
Bisa membuat kami semakin liar mengemas musik tentunya. Drummer adalah kunci didalam sebuah band. Kalo drummernya kurang jago kadang susah juga ruang geraknya jadi sempit.
Gary : Klo bicara Abi, dia drummer paling jago yang pernah gua temui dengan stamina robot

Knurd : Menurut kalian Henry Rollins tuh orang tua yang butthurt gak sih??
Abi : Pertanyaannya sama kayak interview Toast nih???
Petir : Menurut gua si engga, cuma dari bentuk mukanya yang kotak si kemungkinan dia tipe manusia yang batu banget
Adit : Ga ngurusin hidup orang, apalagi Henry Rollins
Petir : Waduh, ganti ganti
Gary : Jangan mau jawab, basi pertanyaannya. Kacauu! Fuxx Rizkan!
Abi : Knurd ada sentimen sama Henry Rollins kayaknya. Ditanyain mulu

Knurd : Gapapa… Kan dia icon hardcore punk. Pertanyaan umum itu buat band hardcore punk kudu nyentuh-nyentuh Black Flag guys
Kalo lagi tour, yang paling bucin siapa nih??
Abi : Petir. Rajin video call sama anaknya
Adit : ABI! Paling bucin cuma dia sembunyi-sembunyi aja. Rapih
Gary : RT!
Petir : Abi, ini dia selalu dipantau sama kekasihnya

Knurd : Hong! sendiri semua personilnya pekerja. Itu kalo tur ada yang bawa laptop gak sih?? Adit bawa laptop ya??
Gary : Gua cukup dengan HP aja
Petir : Bawa alat musik kalo tour. Bass, gitar, dan alat drums
Adit : Perkembangan zaman sudah sangat canggih ya mas Rizkan⁩ , pekerjaan tidak selalu identik dan hanya bisa diakses melalui laptop, melalui gawai yang lain pun tetap bisa… Handphone, pager, dan sebagainya… Selama ada koneksi internet bekerja bisa dimanapun… Jadi yang harus dibawa saat tour adalah peralatan musik!
Abi : Kalo tur biasanya cuti sih. Masa kerja????
Adit : Dan perlu bawa “izin istri” ya kalau tour. Wajib!
Petir : Buat yang sudah berkeluarga ini yang wajib dikantongi biar turnya sukses
Gary : Alhamdulillah jika semua meridho’i, pasti lancar. Fuck Rizkan pokoknya. Itu nomer 1

Knurd : Hong! ini merupakan band yang nampaknya lebih suka merilis rilisan secara DIY daripada bekerja sama dengan label.
Motivasi apa sih yang membuat kalian seperti itu??
Adit : Secara teknis, kami cukup terbuka terkait dengan apakah akan dirilis swadaya atau bekerja sama dengan label… Beberapa rilisan dilakukan sendiri sebagai etos dari roots punk yang kami anut (#adaaaaaaa), pun ada beberapa label yg bekerja sama sebagai bentuk support dalam perkembangan skena dan ekosistem punk itu sendiri (#adaaaaaaa), beberapa label yang pernah bekerja sama spt Roaches Rec, Here To Stay rec, Necros Rec, Gurella Rec, Heaven Punk, WWAV Rec
Gary : RT! Sedikit menambahkan, Kami percaya dengan apa yang kami suka dan kami rasa itu baik, jadi apapun bentuk kerja samanya, selama itu transparan dan fair, kami akan terima.
Petir : Ya, betul apa yang sudah dijelaskan Adit. Kami sangat terbuka dengan kawan-kawan yang mengelola label karena kalau tidak begitu ekosistem antara label dan band pun tidak akan jalan. Yang pasti sebagai band, Hong! akan terus merilis sesuatu karena itu sudah menjadi tugas band.
Simbiosis mutualisme dah kurang lebih. Saling berkesinambungan antara band dan label.

Graffiti Hong! di festival Pestapora

Knurd : Next, kalian merupakan  band yang sering melakukan split release dengan band lain.
Kriteria dari bandnya kalian rilis split bareng tuh apa sih??
Gary : Kita pernah split sama Peel dari Bandung, dan yang terakhir Toast. Kriterianya klo dari gua pribadi, yang gua suka aja dan pas moment nya
Adit : Sebelumnya sama Trapped Outside tuh paling pertama
Petir : Nanti juga akan ada rilisan 3 Way split dengan Reticent (Bandung) dan Split Tounge (Malaysia). Itu bocoran rilisan split kita mendatang
Gary : Oh iya bener. Sama 4 way split dengan Dirty Ass, Fakefun, dan Nipples
Adit : Pengen juga sih gue split yang lintas genre nya agak jauh
Gary : Ini udah pas sama The Sensitive dit
Petir : Split dengan The Sensitive juga mantep
Gary : Oh iya, split banyak juga yak
Adit : Oh iya split ada 4 : Trapped Outside, Peel, The Sensitive, Toast

Knurd : Dengan banyaknya rilisan split, apakah ini merupakan salah satu effort kalian dalam membangun koneksi baik untuk band sendiri ataupun skena Tangerang??
Gary : Yap, keduanya benar. Karena pada dasarnya itu basic banget. Koneksi dan kolektif adalah sesuatu yang akan abadi dibandingkan sebuah trend musik semata.
Adit : Iya betul

Knurd : Gary kalau dilihat merupakan talent tunggal di video klip nya Hong!
Bisa sebutkan 3 lagu favorit SID-nya Geri!
Gary : Okey gue jawab nih. Gua injek pala kau kalo gak masuk di interview
Knurd : HAHA IYE
Gary : 1. King, Queen and Poison, 2. Bad Bad Bad, 3. Broken Guidance. Itu 3 lagu kesukaan gue dari album Hangover Decade, masterpiece dari SID sepanjang masa. Era setalah itu, mereka mulai merubah mood musik dan liriknya. Gue gak suka

Knurd : BTW kenapa Gary dijadikan icon video klip mulu ya?? Emang dia ganteng??
Gary : Jelas gue emank ganteng!!!
Adit : Karena karakter “bangor” di video klip Hong! diperankan oleh Gary, tapi di beberapa video klip tidak melulu Gary kok… Ada Plehur, ada Jurig Orowodil, dll…
Petir : Kenapa Gary?? Karena dia mudah diarahkan dan sangat fokus mendalami perannya. Ganteng itu relatif.

Knurd : Kalian kan sering tur sama split tuh… Punya saran buat berjejaring gak sih dari kalian buat temen-temen yang mungkin baru mau membangun skena di sana??
Adit : Berjejaringlah sebelum berjejaring itu dilarang
Gary : Yang penting ikhlas dan konsisten, kalian mulai dari teman terdekat yang memiliki pemikiran yang sama.
Petir : Hmm, memang di era sekarang lebih mudah untuk berjejaring karena media sosial juga sudah mendukung penuh untuk urusan itu dan apalagi untuk urusan band tour. Nah, biar maksimal sebenarnya kami sebagai band itu mesti benar-benar menjalankan itu secara nyata alias mengunjungi kota-kota tersebut karena tiap daerah itu pasti banyak sesuatu yang seru yang tidak kita ketahui. Memang ada didalam skena kecil itu kuncinya cuma satu, Ikhlas. Karena kalau ga ikhlas nanti akan jadi beban dan kalo sudah begitu dijalaninya akan terasa berat.
Abi : Cari personel yg ga malu-malu dan jago bersosialisasi

Knurd : Bisa ceritain pengalaman live performance terbaik dan terburuk??
Adit : Semua live performance kami sangat baik, pada dasarnya karena kami sangat piawai dalam memainkan instrumen musik… Tidak ada yg buruk, karena dalam pengalaman buruk pun selalu bisa diambil pelajaran terbaik!
Abi : Ga ada. Kayaknya gitu-gitu aja semua gig
Petir : Hmm, ga ada yang buruk. Kalo yang paling berkesan pas di Bogor karena gua manggung main gitar dalam keadaan tangan keseleo dan udahannya bengkak tangan ternyata tulangnya geser dikit dan perlu istirahat sebulan ga main gitar abis gig itu
Gary : Gua si selalu menikmati apapun yg terjadi

Knurd : Bi. Kok lo mendadak liar di sini sih
Padahal kemaren di Toast adem bener. Disuruh sok-sokan badung ya ama Gary-Adit??
Abi : Beda band beda persona mas. Alias iya peer pressure di hong ini cukup tinggi. kalo diem2 aja takut jadi target

Knurd : Tunggu bi. Ini target siapa nih?? Mata rantai makanan tertinggi di Hong! siapa sih bi??
Abi : Ini gua gabisa jawab nih. Terlalu riskan

Knurd : Next question… Kenapa gak semua lagu Hong! naek di spotify??
Adit : Kurang modal
Petir : Karena sebagian anggaran Spotify dialihkan untuk biaya militer jadi gua males. Dan dipakai untuk menjajah palestina
Gary : Fakk Spotify, tapi klo royalti nya gede, GPP

Knurd : Menurut kalian sendiri, format rilisan itu penting gak sih??
Adit : Selama musik yang kami buat dapat tersampaikan dan didengar oleh kuping kalian, format tidak menjadi masalah… Bahkan sempat terpikir untuk membuat rilisan dalam format disket (floppy disk) namun belum terealisasi
Gary : Yang penting bikin fisiknya
Adit : Dan yg penting rilis… Kalau ga dirilis-rilis sayang

Knurd : Banyak yang bilang ngerilis fisik tuh sekarang ibaratnya kaya ngejual merchendise statusnya.
Kalian setuju dengan statement itu??
Gary : Iyap, itu statement yg gak salah. Itu efek dari sulitnya pemutar rilisan fisik dan serbuan platform digital menurut gue.
Tapi gue secara personal, karena dari jaman sekolah udah beli rilisan fisik, posisinya tetep gak berubah buat gue si.
Adit : Buat saya pribadi rilisan fisik adalah bentuk kasat dari manifestasi karya sebuah band, tidak ada yang salah dari statement itu, lagipula setiap individu memiliki perspektif atas apa itu “merchandise”… Persetan dengan pendapat saya jika itu berbeda dengan kalian.
Petir : Setuju aja si mau gimana orang sekarang kalau mau bilang seperti itu. Yang penting kalo beli rilisan didengerin juga jangan nempel di rak aja

Knurd : Oke lah karena udah 22 pertanyaan dan pasti ribet banget nge-editnya.
Ada statement terakhir yang mau disampaikan dari Hong! ??
Gary : Fuck financialpowerbomb!!!!
Adit : Hc Punk jaya jaya jaya!!!
Petir : Semoga kita semua sehat selalu dan lancar rezeki. Punk Cinta Damai!

Sites :
Bandcamp
Spotify
Instagram

Leave a Reply