Algernon Cadwallader, Atas Nama Sebuah Reuni

Sekitar 7 tahun lalu Algernon Cadwallader pop up pertama kali di kepala saya ketika Dimas Blak Primitive Zine menyebutkan nama band tersebut untuk mendeskripsikan benchmark music dari band emonya Prabu SNK, Woodcabin. Inget banget dia nyebutin Snowing selain Algernon Cadwallader yang dimana 2 nama ini memang dewanya banget apabila kita berbicara tentang pergerakan emo revival tahun 2010-an.
Bisa dibilang memang Algernon Cadwallader sendiri memang bukanlah sebuah band pionir untuk braches emo yang disebut sebagai twinkle emo. Kita memang bisa menyebutkan ada Cap N Jazz sebagai poinir dari twinkle emo ataupun American Football untuk versi lebih kontemplatifnya. Walaupun bisa dikatakan bukan merupakan pioner dari twinkle emo, namun Algernon Cadwallader sendiri dinilai sebagai figur penting dalam pembentukan sound 5th wave emo yang berkembang saat ini dan juga band ini dikenal di komunitas musik underground Philadelphia karena etos kerja mandiri mereka dengan tampil di banyak basement show sampai venue DIY di kota tersebut. Hal ini bisa dilihat ketika Joe Reinhart, sang gitaris, memberikan testimoninya tentang skena DIY Philadelphia di dalam sebuah film dokumenter bernama “My Basement Is A Shithole”.


Jujur sayapun memang late bloomer untuk Algernon Cadwallader sendiri karena memang saya sendiri jauh lebih dahulu mendengarkan dan into Dogs On Acid ketimbang Algernon Cadwallader. Yaaa walaupun bisa dibilang juga orangnya itu-itu lagi dan memang secara direction music-nya beda sih antara Dogs On Acid dan Algernon Cadwallader.
Secara musikalitas Algernon Cadwallader sendiri sebenarnya bukan band yang bisa dibilang self claiming kalau mereka sebagai band emo. Banyak sih band emo yang kaya gitu dan gue rasa sih Algernon Cadwallader memang accidentally being called as emo. Fansnya sendiri yang bisa dibilang memang melabelkan seperti itu. Kalau didengar dengan seksama, Algernon Cadwallader memang sebenernya intended to be slacky indierock band ala Pavement yang memfusikan guitarwork ala Toe di dalamnya. Dan memang justru formulasi musik ini yang membuat band ini berbeda dan di-lookup di dalam skena emo itu sendiri.


Dan kalau dijelasin secara detil mengenai rilisan-rilisan mereka sebenarnya gue sendiri gak ngerasa ada perbedaan ataupun progresi yang dibuat dari satu rilisan ke rilisan yang lainnya. Tapi memang kalau dengerin mereka satu album tuh udah kaya bakalan into dengan album atau stuff mereka yang lain. Dan hal yang favorable dari lagu-lagu Algernon Cadwallader adalah sound design mereka yang terdengar homie dan cenderung lo-fi. Hal ini yang memang membuat “Parrot Flies” dan “Somekind of Cadwallader” berbeda dengan beberapa album twinkle lainnya yang bahkan kalau dilihat semakin ke sini banyak album twinkle yang sound terlalu advance dan mutakhir menurut saya. Somehow gak bisa dipungkiri juga kalau kualitas rekaman lo-fi memiliki sisi charmingnya sendiri tetapi perlu diingat juga gak semua rekaman lo-fi itu sendiri bagus karena ada beberapa album dengan sound yang mutakhir juga merupakan album yang terdengar baik. Intinya ya balik lagi di materinya itu sendiri sih dan hal ini memang dibuktikan oleh Algernon Cadwallader di banyak lagunya yang direkam oleh console DIY rumahan akan tetapi hal ini didukung oleh songwriting yang baik dan menjadikan band ini di-lookup di skenanya sendiri.


Dan memang sih secara legacy yang ditinggalkan, Algernon Cadwallader berhasil menjadi emo cred tersendiri untuk generasi di bawahnya seperti Marietta, Mom Jeans, Gulfer, dan banyak lagi band lainnya. Sekitar 6 hari yang lalu band ini juga mengumumkan reuni dan juga tur ke beberapa kota. Bisa dibilang di skena orgcore sendiri memiliki mitos bahwa beberapa band bagus itu memang gak pernah jelas statusnya alias suka bubar dan reunian seenak mereka aja sih. Dan itu terjadi di beberapa list band orgcore favorit gue, salah satunya ya Algernon Cadwallader. Bahkan setahun yang lalu berkembang isu pas diumumin kalau album-album band ini di-reissue oleh Asian Man/Lauren Records kalau Algernon Cadwallader sendiri sekarang sedang ngumpulin materi untuk album baru.
Lalu mungkin ada yang bertanya pas kemarenan bubaran nih band terus personilnya pada kemana sih?? Yes yang saya tau karena memang personil dari band ini memiliki banyak post project setelah Algernon Cadwallader. Seperti Joe Reinhart yang dikenal dengan spouse-nya, Frances Quinlan, dengan musical project-nya yang bernama Hop Along dan juga Peter Helmis, sang vokalis dan juga bass player, bersama Nick Tazza, sang drummer, memiliki musical project bernama Dogs On Acid. Joe Reinhart juga dikenal sebagai sound engineer dari studio yang dia dirikan bernama The Headroom yang dikenal menjadi studio rekaman beberapa notable band di skena seperti Bad Moves, Modern Baseball, Diet Cig, Beach Bunny, dan banyak musisi lainnya. Peter Helmis juga terkini memiliki sebuah proyek musik bernama Yankee Bluff yang musiknya justru approaching ke lo-fi indierock thing ala Sebadoh.
Dan apabila anda mulai mau expanding listening session kalian di region emo atau twinkle emo, saya rasa Algernon Cadwallader dapat menjadi satu pilihan yang tepat sebelum digging ke generasi seterusnya di bawahnya šŸ™‚

Sites :
Bandcamp
Instagram
Facebook Page

Leave a Reply