Big Nothing – Dog Hours (LP, 2022, Lame-O Records)

Bisa dikatakan saya merupakan tipikal pendengar yang memang tidak menyukai album teaser. Yak I am kinda ‘Suprise Me’ typical listener. Dan hal ini kurang lebih terjadi pada Big Nothing ketika merilis LP terbaru mereka, ‘Dog Hours’. Agaknya saya sedikit miss ketika band ini melepas beberapa single-nya sebelum perilisan LP kedua mereka. Dan tiba-tiba pas hari Senen mau berangkat kerja ngecek email dapet update dari Mailing List Lame-O kalau Big Nothing baru aja ngerilis LP kedua mereka yang berjudul ‘Dog Hours’.
Gue secara pribadi juga terkejut sih ketika tiba-tiba ‘Dog Hours’ dirilis sama Lame-O Records dan hal-hal yang mengejutkan tidak berhenti di situ saja tetapi ketika kita coba dengarkan LP ini ketika berangkat kerja hal yang membuat saya terkejut lagi adalah warna musik dari Big Nothing itu sendiri. Mungkin saya mengenal Big Nothing sendiri sebagai kuartet musikal asal Philladelphia yang dimana entitas-entitas di dalamnya merupakan ex band member dari band-band orgcore seperti Spraynard, Crybaby, sampai Casual, dan yak wajar apabila di LP pertama mereka yang berjudul ‘Chris’ masih mengandung warna dari musik dari entitas-entitas Big Nothing mainkan sebelumnya (Walaupun saya juga merasakan more Replacement vibes di LP ‘Chris’). Dan ‘Dog Hours’ bisa saya katakan merupakan sesuatu yang berbeda dari segi sound sampai songwriting yang dipresentasikan oleh Big Nothing.


LP ‘Dog Hours’ mengandung 10 track yang lebih emphasize ke sisi indierock dari Big Nothing dan perlu diketahui bahwa anda tidak akan mendengarkan Pat Graham bernyanyi di dalam LP ini. Yes hal ini masih membuat saya heran, bahkan sampai detik ini, karena banyak yang mengenal Pat sebagai songwriter di Spraynard dan juga Big Nothing tentunya. Yes di samping ‘twang thing’ di dalam LP ini yang mengambil banyak porsi dalam instrumentasi di album ini, ‘Dog Hours’ memang terasa sangat sentimentil. Baik vibe yang dibangun oleh songwriting-nya band itu sendiri ataupun sound yang dipresentasikan di dalam album ini. Mungkin saya akan mendeskripsikan album ini adalah ketika Paul Westerberg mulai sedikit terpengaruh oleh progresi chord sentimentil ala Weakerthans. Sebenernya juga gak mengherankan kalau band ini memproduksi track-track yang more indierock approach songwriting karena memang album ini merupakan album yang ditulis dari tahun 2019, which could be said album ini emang ditulis di pandemic age, dan wajar sekali kalau hal ini juga mempengaruhi mood sampai songwriting dari Big Nothing.

Dan hal ini memang mereka torehkan di press release album ‘Dog Hours’ kemarin. Bisa terasa juga kalau vokal Matt Quinn yang memang terdengar jauh lebih melodius apabila anda mengikuti jejak musikalitas beliau di Cry Baby. Dan khusus ‘Dog Hours’, memang di album ini vokal beliau terasa well executed sekali. Dan kalau vokal Liz Parsons sendiri mah udah jangan ngomong sih soalnya di album ‘Chris’ tipikal vokalnya beliau juga emang fit in banget di track-track yang low tempo bin sentimentil. Walaupun dibikin kaget dengan progresi musik band ini, ‘Dog Hours’ memang memiliki tempat sendiri di kepala dan selera saya. Album ini memang well executed dan beberapa indierock-ish part yang ada di album ini emang well placing jadi gak heran sih kalo emang ini album yang layak menjadi spotlight kalo boleh gue bilang.
Terakhir denger kabar soal Big Nothing itu kalo gak salah kalau mereka itu di 2019 tuh di-book untuk tur bareng Red City Radio dan Bouncing Souls tapi karena Covid-19 Outbreak kemarin terpaksa semua tur harus di-cancel. Dan memang sih, Pandemic Age ini banyak punya cerita sendiri sih buat band-band yang emang lagi menjalani aktivitasnya. Yah mudah-mudahan juga setelah perilisan ‘Dog Hours’ sendiri Big Nothing akan aktif tur lagi kaya dulu.


Oh iya LP ini dirilis oleh Lame-O Records, sebuah record label asal Philladelphia yang dikenal dengan roster-rosternya seperti Modern Baseball, Slaughter Beach, Dog, No Thank You, Superweaks, etc, dan memang ‘Dog Hours’ merupakan debut dari Big Nothing di label ini dan pas banget pas musik mereka lagi indierock approach karena emang Lame-O memang terkenal sebagai ‘biang’ penyetor banyak talent indiepunk di komunitas. LP ini tersedia dalam format vinyl dan juga digital di banyak platform dan asli ini LP jadi soundtrack gue tiap berangkat kerja di 2022 sih haha….

Sites :
Bandcamp
Twitter
Instagram
Facebook Page

Leave a Reply