Ghost Mice, Folk Punk, dan Bloomington

Where our story begins
Is where our trouble begins’

Ghost Mice – Free Pizza For Life

Mungkin sekitar tahun 2008 via YM, Prabu Saturday Night Karaoke, memberikan saya link youtube dari performance Spoonboy yang sedang bermain live session di turnya. Kala itu live yang diberikan adalah Spoonboy sedang bermain di backyard with no PA system and yes its folk as fukk. Seketika menonton live session itu saya sangat tertegun karena mungkin hal tersebut merupakan hal yang baru banget bagi saya dan kayak ‘Anjir! Ada yah band atau musisi yang mau maen gig tanpa PA system gitu dan maen di taman ataupun perpustakaan sampai living room’. Poin tersebut memang titik saya mengenal subgenre dari musisi pop punk yang bernama folk punk. Tentunya dari live session Spoonboy itu sendiri, youtube merekomendasikan beberapa footage lain dan salah satunya adalah video live session dari Captain Chaos, yang dimana ‘Captain Chaos’ sendiri merupakan moniker solo project yang digunakan oleh Chris Clavin Ghost Mice.
Ketika berbicara tentang folk punk sebenarnya 2 nama yang pop up secara simultan di kepala saya, yakni Ghost Mice dan Plan-It-X Records. Dan memang secara eksponen Ghost Mice dan Plan-It-X Records merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan. Walaupun bisa dikatakan Spoonboy merupakan gateway saya untuk mengenal subgenre folk punk, tetapi Ghost Mice merupakan first crush saya untuk band folk punk. And yes I would state as well that Ghost Mice was the best folk punk band ever!

Apabila mengurutkan guratan historis band folk yang bernama Ghost Mice ini, bisa diuraikan ketika Chris Clavin, Hannah Jones, dan Samantha Dorsett di kota college kecil bernama Bloomington membentuk band yang niatnya sendiri emang pengen punk rock-an dan memang di saat mereka membentuk Operation Cliff Clavin diakui oleh Clavin sendiri bahwa album Green Day ‘Dookie’ memang menjadi soundtrack semua orang. Operation Cliff Clavin memang dibentuk karena Green Day explosion di tahun 90-an dan memang Operation Cliff Clavin sendiri akhirnya tidak berakhir sebagai band yang cukup influensial di eranya namun keputusan Chris Clavin dan Hannah Jones untuk memainkan tipe musik folk akhirnya memang menjadi ‘turnover’ sendiri bagi skena folk punk dan bisa dikatakan meletakan milestone tersendiri di dalam pertumbuhan subgenre musik di kultur hardcore punk.
Mungkin secara simpel Ghost Mice ini terbentuk karena Chris dan Hannah memang sudah jenuh untuk bermain musik secara full band dan tur dengan van besar. Akhirnya mereka pun memang going acoustic dalam musik mereka dengan instrumen yang memang apabila untuk keperluan live-nya tidak perlu mengandal PA system untuk bersuara dengan baik. Dengan ini hadirlah Chris Clavin dengan instrumen guitar dan Hannah Jones dengan instrumen violinnya menginisiasi Ghost Mice. Ghost Mice memang dikenal sebagai band yang benar-benar band yang bermain dimana saja dalam turnya. Mungkin apabila anda penasaran, live footage band ini banyak menghadirkan live performance mereka di squat, backyard, living room, sampai gue pernah liat sih doi maen di big stage gig gitu. Dan memang impact baik dari being acoustic band, Ghost Mice sendiri terbebas dari boundary untuk bermain di venue tertentu.

Secara lirikal dan juga political view, Ghost Mice, secara pribadi, memang secara mempengaruhi saya sampai saya sendiri menginisiasi label kecil yang bernama Rizkan Records. Ghost Mice band yang selfstating bahwa mereka merupakan band yang percaya dengan anarcho political view. Setidaknya beberapa lirik yang meng-capture soal political view mereka di track-track seperti ‘Live and Free’ ataupun ‘John and Jodi’ dan memang etos DIY pun sangat melekat pada band ini sehingga band ini dikenal juga dengan label bentukan dari Chris Clavin yang bernama Plan-It-X Records.
Secara total, Ghost Mice telah menghasilkan 4 full length dan banyak split album. Mungkin salah satu yang notable buat gue pribadi sih memang album split Ghost Mice dan Defiance Ohio merupakan album split yang paling perfect sih untuk standar folk punk itu sendiri. Dan mungkin dari beberapa album untuk yang pertama saya akan pick up album ‘Europe’ sebagai album nomor satu yang akan saya rekomendasikan untuk anda. Album yang benar-benar menarik secara konsep dan alhamdulillah banget dulu temen-temen di Primitif Zine sempet jual album ini jadi aja langsung kita amankan ye kan! Jadi ‘Europe’ merupakan album yang cukup konseptual dimana album ini semua liriknya dituliskan tentang perjalanan band ini tur di Eropa. Yap liriknya sendiri menarik karena mungkin lebih seperti membaca diary ketika membaca lirik-liriknya sendiri. Yang menarik adalah mereka menggambarkan kalau kota Paris bukan kota yang seindah banyak orang gambarkan karena mereka sendiri menulis ‘Paris isnt that romantic if you dont have any money’. Setelah album ‘Europe’ mungkin saya akan pick up album ‘All We Got Is Each Other’ sebagai stuff yang harus anda dengarkan dari Ghost Mice. Bisa dibilang ‘All We Got Is Each Other’ merupakan album yang sungguh emosional yang pernah dihasilkan oleh Ghost Mice. Secara lirik, Ghost Mice banyak berbicara soal isu mental breakdown sampai isu personal dengan kerabat band ini Samantha Dorset. Track ‘Albany’ mungkin track yang saya highlight karena memang lagu ini terdengar sungguh emosional yang dimana lagu ini diceritakan ketika mereka kehilangan Sam karena komplikasi mental health yang dia alami dan memang ‘All We’ve Got Is Each Other’ secara keseluruhan menceritakan tentang Samantha Dorsett.

Tahun 2017, setelah label saya sempat merilis ‘All We’ve Got Each Other’-nya Ghost Mice, Chris Clavin sempat berkomunikasi dan meminta Rizkan Records untuk merilis album Ghost Mice terbaru yang berjudul ‘Wake Up And Fight!’. Tentu, sebagai fans hal ini merupakan hal yang tidak mungkin saya tolak tetapi sebulan sebelum perilisan album di tahun 2018, Chris Clavin terkena tuduhan eksploitasi seks yang dimana berita ini tersebar di platform facebook waktu itu. Yah namanya bukan rejeki kali yah! Gak lama dari kejadian tersebut Chris memberikan statement bahwa dia akan menjalani terapi atas sexual misconduct ini dan akan meninggalkan dunia skena untuk waktu yang tidak ditentukan. Chris juga ber-statement tidak akan merilis apa-apa dengan Plan-It-X lagi dan juga menghentikan book publishingnya, Secret Sailor Press. Seketika setelah dia mengumumkan hal tersebut, semua katalog Plan-It-X di bandcamp dan juga website Plan-It-X di-take down. Sulit sih memang… Tetapi secara personal saya sendiri merupakan orang yang percaya dengan second chance dan akan selalu ada ruang untuk seseorang belajar dari kesalahan di masa lalunya. But this doesnt mean that the sexual misconduct is a right thing, yet it is so wrong indeed 🙂 Anyway untuk full length ‘Wake Up And Fight!’ sendiri sempat saya lihat keberadaannya di Disk Union Shinjuku walaupun di detik ini full length ini cuma bisa nongol di list discogs doang dan gak ada yang jual CD atau vinylnya.


Memang disadari sendiri pengaruh Ghost Mice terhadap skena folk punk sendiri cukup signifikan, mengingat Ghost Mice sendiri memang secara kolektif meng-establish genre ini bersama beberapa band lainnya seperti Ramshackle Glory, Defiance Ohio, Mischief Brew, dan banyak musisi folk lainnya di Plan-It-X. Tidak hanya itu secara berkala band ini juga secara tidak langsung menempatkan sebuah pelabelan terhadap kota kecil tempat band ini berasal, Bloomington, sebagai kota yang di-praise sebagai mecca dari subgenre folk punk. Dan emang gak aneh juga mungkin ketika beberapa individu dan media juga mengkategorikan folk punk dan Ghost Mice di subdivisi pop punk, karena memang diakui folk punk sendiri merupakan kultur yang establish di bawah bendera dan juga media skena yang sama bersama beberapa subgenre lainnya seperti melodic punk, emo, ataupun indiepunk.
Pun tanpa memperhatikan isu-isu sexual allegation terhadap Chris Clavin, Ghost Mice sendiri memang memiliki legacy tersendiri di skena folk punk. Yes bisa dibilang dari work ethic, political view, ataupun musiknya, Ghost Mice memang memiliki andil tersendiri dalam follow up generasi folk punk terkini yang direpresentasikan oleh beberapa musisi seperti Apes of The State, Days N Daze, Stick And Poke, Local News Legend, dan banyak musisi folk lainnya.
Okeh itu tadi sedikit bahasan kita soal Ghost Mice, gue sendiri mungkin ke depannya berharap bakalan bisa nulis artikel Plan-It-X Records sebagai tahap selanjutkan pengembangan artikel ini. Anyway terakhir gue liat kayanya ada yg post album terbaru Ghost Mice deh di spotify dan album tersebut merupakan EDM version-nya ‘All We Got Is Each Other’ sih dan ya saya pernah dengar desas-desus kalau sebenarnya Chris Clavin sebenernya gak out of touch banget sama skena. Okelah kalo begitu gue harap juga dengan artikel ini, yang wondering soal subgenre folk punk mungkin Ghost Mice bisa jadi gateway kalian 🙂

Sites :
Spotify

financialpowerbomb

Ikan Cupang Baju Kebaya Semoga Pop Punk Selalu Jaya JAYA! JAYA! JAYA!

Leave a Reply