Interview Bersama Dirty Ass

Dirty Ass bersama entitasnya memang menjadi gateway saya untuk mengenal skena Tangerang lebih jauh and may a further value this has treated me like a new family at that time 🙂 Selain memang dikenal band yang humble, Dirty Ass juga dikenal band yang memiliki work ethic yang baik dan hal ini dibuktikan dengan frekuensi gig yang cukup tinggi dan juga rilisan yang dihasilkan secara frekuentif setiap tahunnya. Tahun ini, Dirty Ass baru saja merilis full length-nya yang berjudul ‘Distopia’ dan dalam interview ini kami banyak berbicara dari album baru sampai fase emo yang dilalui oleh setiap personilnya (terkecuali vokalisnya, Gerry). Enjoy!

Knurd : Awalnya ni band tuh pengen Motorhead-an gitu ya??
Dirty Ass : Hahahahahah, bangsat. Tapi emang belom punya orientasi yang jelas si saat itu yang penting kita seneng-seneng aja. Tapi gua pernah tuh live di gig, terus suara di berat-beratin gitu, katro abis hahaha

Knurd : Kalian self-claiming sebagai band garage rock. Benarkah itu?
Dirty Ass : Hmm, sebenernya kita tuh mainin progresif black and roll punk brutal death. Hehe.
Ga sih sebenernya kita jamming aja dan ternyata keluarnya begitu. Sama temen-temen diasosiasiin sama musik garage punk, jadi yaudahlah.

Knurd : Dirty Ass banyak yang attaching kalian sebagai band asal dari komunitas Elang Terbang Kolektif. Apakah kalian embracing dengan hal tersebut atau malah pengen satu saat lepas dengan stigma tersebut?
Dirty Ass : Kita sih ga terlalu mikirin yah, hahaha.
Tapi emang kita bertiga bagian dari Elang Terbang Kolektif jadi ya gapapa juga kalo orang mikir begitu.

Knurd : Susah gak sih jadi band punk di Tangareng untuk nyari gig bisa main?
Dirty Ass : Ga juga sih, kalaupun lagi ga ada gig, kan selalu bisa bikin gig sendiri.

Knurd : Kalian sendiri lebih nyaman maen di gig yang homogen (band-bandnya nyambung genre-nya) atau gig yang heterogen (band-bandnya genre-nya diverse)?
Dirty Ass : Lebih ke yg heterogen mungkin, since musik yg kita mainin scenenya agak kurang disini jadi kita cenderung menclok-menclok.. Pernah main di acara yg isinya semua band metal juga

Knurd : Bisa diceritain gak gimana full length kalian bisa dirilis sama Youth Riot Records (US), City To City Records (Rusia), Brainwasher Records (Jerman), dan Support of Rockerill Records (Belgia)??
Dirty Ass : Kita tawarin ke mereka secara langsung, dan karena musik kita keren, mereka mau rilisin. Gitu aja si.

Knurd : Kayanya di LP pertama kalian ‘Irama Penendang Bokong’ ada lagu yang reggae-reggae gitu ya? Bisa ceritain kenapa kepikiran masukin part reggae di dalam musik kalian?
Dirty Ass : Hahaha, aduh salahudah. Lupa si aslinya, tapi dulu tuh gua emang lagi dengerin Ska. Terus jadinya begitu deh.

Knurd : Denger-denger kemarenan ada yang beli kaos yang artworknya dari cover album kedua kalian dan katanya sempet dimarahin ortunya gara-gara artworknya yang gak senonok?
Dirty Ass : Oh iya, ada juga yang kerjaan nya ngajar. Terus dimarahin kepsek disuruh jangan pake baju itu lagi hahaha. Padahal apanya yang gak senonok sih dari gambar pantat ditusuk golok?

Cover full length kedua Dirty Ass berjudul ‘Seliar Binatang’

Knurd : Lebih enjoy maen di gig kecil atau festival besar?
Dirty Ass : TBH belum pernah ngerasain main di “festival besar” si, jd gak bisa benchmarking.. doain aja biar bisa main di Knotfest

Knurd : Bisa dielaborasi gak kenapa dulu tuh garage rock tuh banyak dimaenin sama-sama anak-anak indierock sementara sekarang garage rock malah yang into-nya anak-anak punk?
Dirty Ass : Gak tau si, kita sendiri kan bukan anak punk atau anak indierock. Poser. Kita asal main aja, gatau asal usul musiknya, keluarnya begitu. Pokoknya being poser is good, sorry

Knurd : Pernah kepikiran gak sih untuk melakukan progresi keluar dari garage rock bagi Dirty Ass sendiri?
Dirty Ass : Bisa jadi album selanjutnya musik kita jadi reggae atau metal sih. Tergantung nanti jammingnya aja. No boundaries! hehe

Knurd : Pertanyaan buat Bayu, lo pernah gak sih mengalami fase emo? Katanya Gery gak pernah ya?
Dirty Ass : Iya banget jaman SMA 2007-2010 rambut polem dan sepatu gede. Gerry kayaknya setia jadi  fanboy superman is dead pas jaman jaman itu.

Knurd : Tiga band yang ngedeskripsiin sound Dirty Ass secara umum apa aja?
Dirty Ass : Yang album terakhir yah, coba masing masing satu
Gerry – Spider Babies, Ramones, Jay Reatards
Gilang – Ramones, Neighborhood Brats, Toys That Kill
Bayu – Night Birds, The Rezillos, Ramones
Kita tuh sebenernya Ramonescore banget.

Knurd : Tanggapan kalian ketika ada yang orang denger musik kalian dan bilang ‘Keren nih kaya The Brandals’?
Dirty Ass : Kita akan jawab “Ga ada yang bisa kaya The Brandals, bro!“

Knurd : Ada plan gak sih buat split sama band luar negri?
Dirty Ass : Ada sih, kemungkinan  dalam waktu dekat, tapi ditunggu aja ya

Knurd : Walaupun Gerry merupakan main songwriter kalian, pernah gak sih kepikiran buat menurunkan kekuasaan Gerry sebagai ketua band?
Dirty Ass : Masa jabatan Gerry emang habis tahun ini, kita per 4 tahun ganti frontman soalnya

Knurd : Bisa ceritakan mengenai label yang kalian running, Roaches Records?
Dirty Ass : Oh itu Bayu sama Gerry doang sih, jadi itu label lokal tangerang gitu yang rilis band – band temen dari dalam kota. Skala kecil sih tapi mudah-mudahan berguna lah ya.

Knurd : Any last words?
Dirty Ass : Fuxx you Rizkan!

Sites :
Bandcamp
Spotify
Instagram

financialpowerbomb

Ikan Cupang Baju Kebaya Semoga Pop Punk Selalu Jaya JAYA! JAYA! JAYA!

Leave a Reply