Filler – Crippled Zone/Drowning Visuals (Maxi Single, 2021, Self Released)

Banyak yang bilang awal 2010-an merupakan era revival dari post hardcore lokal. Entah bagaimana, band yang tumbuh di zaman tersebut kalau diingat memiliki konfliknya tersendiri dengan eksponen sampai fans predesesor emo yang tumbuh di tahum 2000-an. Kalau diingat konflik yang diusungpun mungkin banyak aspek sih, dari segi key influence sampai dengan etos kerja dari skenanya sendiri. Kalau gue sendiri sih menilai untuk pelabelan musik sendiri sih sebenernya gak ada masalah walaupun emang faktanya berangkat dari pelabelan musik itu suka ada yang ngomporin ribut-ribut sih hahaha! Sebenernya pelabelan dari musik itu sendiri nantinya akan menciptakan estetika sendiri sih dan udah pasti hal tersebut drawing its own history 🙂 Yah intinya mungkin diambil brightside-nya aja.
Yogyakarta sendiri sebagai kota yang bisa dikatakan kota kapital dalam hal ‘nyetor’ talenta bagus dalam skena lokal, pun hal ini bisa saya katakan applied untuk skena post hardcore-nya sendiri. Mungkin kalo orang ngomongin skena post hardcore Yogya, banyak orang yang langsung connect sama LKTDOV haha! Tapi agaknya ketika saya mendengarkan Filler saya melihat bahwa band ini akan menjadi ‘next thing’ dari Yogya. Awalnya gak kaget sih pas dikabarin Menus kalo Hilman bikin band baru namanya ‘Filler’. Gue kira sih ini mah dari namanya antara nih bandnya bakalan 80’s hardcore atau modelan stop n go kaya 86 Mentality atau Negative Approach secara namanya juga udah Minor Threat banget, eh ternyata ini band post hardcore sodara-sodara! Suprisingly Filler via demo ini telah berhasil mengkultivasi sound post hardcore wave pertama DC yang mungkin juga telah direintepretasikan via sound lebih modern oleh beberapa band seperti Fiddlehead, Self Defense Family, sampai Drug Church walaupun via press rilis band ini gak nge-state tentang bagaimana sound mereka secara deskriptif dan juga referensi baku dari band ini. Secara lirikal, dua lagu yang berjudul ‘Crippled Zone’ dan ‘Drowning Visual’ memiliki tema yang personal yang dimana Hilman secara kontemplatif memvisualisasikan tentang keterasingan dan sebuah state menerima keadaan yang juga harus move on karena alur kehidupan yang memaksa demikian. Yes I can sense such a thing sir 🙂 Hopefully you’re being good there mentally my friend.

Single ini dirilis dalam format digital via bandcamp dan juga tersedia di storefront, jadi ya kalo anda punya saldo sedikit di paypal-nya ataupun ATM-nya silahkan lah ya didonasikan untuk membeli maxi single dan berharap banget juga to see further bigger thing like an album (probably?!) or an EP for this band. Lets hope for good dan mudah-mudahan pas tur entar mampir ke Tangerang amin!

Sites :
Bandcamp
Storefront

financialpowerbomb

Ikan Cupang Baju Kebaya Semoga Pop Punk Selalu Jaya JAYA! JAYA! JAYA!

Leave a Reply