Apakah Skena Kita Baik-Baik Saja?

Kita sadar sebenarnya kebutuhan untuk terhibur merupakan kebutuhan tersier. Walaupun terdapat di zona tersier, cuma saya yakin hal ini mungkin menggerogoti kepala kita untuk mempertanyakan ‘Anjrit! Di kota gue tuh ada skena gak sih!’. Sebenernya if this voices rings in your head bukan merupakan sebuah pertanyaan, melainkan sebuah panggilan sih kalo gue boleh bilang. Karena hal ini berarti ada yang memang harus digerakan dan itu bisa jadi dimulai dari anda sendiri.
Tentu apabila kita tinggal di tempat yang cukup remote dan boro-boro ada band yang mau tur ke sana, automatis hal ini memang adanya sebuah panggilan untuk anda. Dan perlu diingat juga bahwa putting your place on the map means putting so much devotion for the music itself dan jangan pikir juga kalo hal ini akan selalu menyenangkan sih. Dan kalau boleh sharing sih, secara hal yang kita lakukan merupakan buah karya cinta sudah pasti dalam eksekusinya sendiri akan bertabrakan dengan banyak hal sih, mulai dari hal personal sampai professional as you know what I’m talking about. Tapi juga percayalah, more than money dari beberapa lama bergelut di skena musik DIY banyak hal yang terasa rewarding sih secara mental yang pasti.
Hal lain yang perlu diingat dalam movement dari musik itu sendiri pertama adalah jangan pernah berharap kalau akan berharap korporasi ataupun institusi pemerintah akan menggandeng semua usaha anda. Yes it starts with you and your  friends! Menjadi berdikari atau mandiri memang totally an acceptable choice dan pilihan yang benar secara politis.
Oke dengan tulisan yang agak-agak ‘Profane Existance’ ini, warta Knurd akan mencoba untuk mengelaborasi sebuah guidance ala-ala untuk menyikapi head bugging ‘Gimana ya biar skena di kota gue tergerak’. Secara automatis, saya tidak men-state kalau artikel ini absolut benar. Untuk koreksi dan evaluasi are welcomed in the comment section ya 🙂

AA. Phase 01 : Buat Lagumu, Rekam, dan Rilis Sendiri

Kemandirian berarti juga memiliki keberanian untuk memulai pola dari working ethic yang kita pilih. Karya seburuk apapun itu saya nilai tetap akan memiliki esthetic value-nya tersendiri. Yah kalau anda perhatiin mana ada sih materi NOFX era-era awal yang enak didengerin. Walaupun begitu later on, dengan segala advancement yang mereka lalui perlahan materi awal tersebut memiliki value tersendiri di mata kolektor yang pasti. Intinya apa dari cerita tersebut, jadi intinya sih yang mau gue bilang adalah jangan ragu untuk memiliki materi sendiri. Being a band that composes their own materials is so much better than being just a cover band.
Setelah selesai dengan materi yang ada, langkah selanjutnya adalah jangan ragu untuk merekam materi yang diciptakan. Dipercayai atau tidak, recording session itu menciptakan bonding tersendiri di dalam band sih dan tentunya apabila band yang memiliki karya cuma tidak direkam mah sama aja boong menurut gue pribadi haha! Yes just godamn record it walaupun lo gak tau orang bakal suka walaupun kualitasnya sendiri belom tentu orang suka. Yang pasti kalo lo sendiri punya personal artifact dari band lo seenggaknya ngeband itu ada hasil kan 😉
Setelah di langkah merekam lagu, langkah selanjutnya adalah merilisnya! Yap mungkin untuk first timer bakal pop up banyak pertanyaan gimana cara gue ngerilis album band gue ya hari ini! Percaya lah even orang yang udah puluhan taun kerja di label pun belum memiliki standar baku dalam perilisan sebuah album jadi apapun step ataupun strategi yang lo buat gak ada yg absolut benar ataupun salah sih. Cuma gue yakin sendiri if you wanna find a way, there will be a way!
Mungkin langkah paling kecil dalam perilisan karya adalah go tell all your friends about your song! Itu sih hal yang paling basic bisa dilakukan sih. Banyak orang bikin demo satu lagu terus coba dengerin ke temen-temen. Tapi itu cara konservatif ya. Mungkin secara advance, untuk hari ini saya bisa menyarankan untuk upload lagu ke beberapa DSP (Digital Service Provider) dan coba membuat press rilis tentang bandmu dan lagunya dan kirim ke beberapa media yang dapat mempublikasikan karyamu (asik banget ye line gue udah kaya iklan Hai!).
Yang pasti juga dalam perilisan karya tersebut sih jangan nunggu juga. I mean kaya banyak band yang heavily considering ‘Ini siapa ya yang mau rilis entar’, ‘Ini siapa ya yang mau beli entar’. Get them rid off your mind sih, lo gak pernah tau kalau lo belom coba. Bahkan untuk pressing plant lo mau bikin CD, kaset udah bisa di-googling sih. Duplikasi kasetpun sekarang udah ada layanannya di shopee. So yes there’s no excuse for being worry sih nowadays to put out your own records 🙂

BB. Phase 02 : Get Organized!

Sebenernya Tomo rekah sih pernah bikin quote “Karya itu gak bisa bergerak di zona statis”. Jadi phase selanjutnya setelah merekam dan merilis lagu secara mandiri, langkah selanjutnya adalah bagaimana kita berorganisir agar karya kita memiliki shelter tersendiri. Agaknya memang phase ini merupakan, langkah advance selanjutnya yang dapat dilakukan. Untuk beberapa orang memang mingle is not an easy thing to do. Tapi percayalah do it yourself means do it with your friends.
Tidak harus memiliki visi yang sama plek, tetapi memiliki gagasan ide yang sama emang seenggaknya jadi hal bisa dicari buat irisan bisa sama-sama mengorganize gig dan movement bersama. Sekali lagi, jangan menunggu agar korporasi dapat melek dan ngeliat apa yang lo lakuin. Do it yourself and do it while you can!
Sama-sama booking tempat, booking band sendiri, organize acara sendiri dengan segala skala memang sebuah jawaban apabila memang ingin movement anda tergerak.
Gak perlu gig skala festival dengan beragam sponsor yang menyokong pendanaan, gig cafe kecil/studio dengan pendanaan swadaya secara value memiliki arti tersendiri menurut saya. Bahkan beberapa tahun ke belakang, saya lebih memilih gig skala kecil dibandingkan festival dengan pertimbangan nilai intimacy yang lebih intens. Juga yang selain value-nya itu tersendiri, jangan lupa untuk melakukan ini dengan konsisten ya kawan-kawan karena membangun skena itu bukan perihal yang bisa dilakukan 1 atau 2 hari saja.

CC. Phase 03 : Berjejaring Itu Penting

Phase selanjutnya yang didefinisikan dari artikel ini adalah Networking atau Berjejaring. Yap let say its okay apabila memang self celebration merupakan hal yang utama dalam skena itu sendiri, tetapi membuka diri terhadap teman-teman di kota lain saya anggap juga sebagai hal yang krusial dalam pembangunan infrastruktur skena.
Mungkin hal ini gak bisa dianggap gak penting juga, karena di saat band lo perlu gig tur untuk promo yes you need someone to contact to in the other town. Jadi gak salah sih kalau value yang harus ada dalam skena itu sendiri merupakan value kebersamaan walaupun dipisahkan oleh jarak. Saya sendiri merupakan individu yang menjalankan networking ini dan benar hal ini sangat berarti ketika kontak ini diperlukan untuk organize tur band saya.
Yang juga jangan dilupakan adalah tentang bagaimana kita menjaga kredibilitas skena kita di mata teman-teman lain. Yes if you decide to organize, then organize correctly in manner and dont forget to be kind to each other. Gak ada yang lebih valuable buat gue sendiri ketika kita memiliki teman yang datang dari tempat jauh dan memperlakukan mereka dengan baik.

Okeh mungkin itu sedikit artikel dan beberapa cara yang bisa lo terapkan ketika wondering how should my idea gets work. Kerja keras memang akan membuahkan hasil baiknya tersendiri, jadi kalau emang rajin gue sendiri yakin sih it might work into you no matter what in a positive way. Tentu hal yang saya share di atas bukan merupakan cara baku dalam establishing skena anda tetapi banyak cari lain yang dapat anda lakukan untuk berimprovisasi. Tentunya kritik dan saran saya terima secara terbuka di kolom komen di bawah ini. Selamat mencoba dan DIY or Die!

financialpowerbomb

Ikan Cupang Baju Kebaya Semoga Pop Punk Selalu Jaya JAYA! JAYA! JAYA!

Leave a Reply