Teenage Against Problem – ‘Wishes’ (2021)

Mungkin sudah terlalu banyak artikel di berbagai media musik yang membahas kalau Bandung katanya sedang krisis band muda yang bagus dan eksistensi mereka semacam tertahan oleh band-band “lama” yang masih mendominasi kancah musik di sana. Meski wacana tersebut memang betul secara parsial, tapi kuantitas kemunculan band muda di Bandung tidak pernah melemah. Malahan banyak kok band-band “baru” yang rasanya bisa diperhitungkan kiprahnya kalau mereka tetap konsisten bermusik. Contohnya unit emo-gaze teranyar dari Bandung ini, Teenage Against Problem.

Walau sudah terbentuk sejak tahun 2019 lalu, Teenage Against Problem baru saja merilis single perdana mereka satu pekan yang lalu. Single tersebut bertajuk “WISHES” dan sudah bisa didengarkan di halaman Bandcamp mereka. Menurut Ilham Fadhilah, gitaris Teenage Against Problem sekaligus penulis single perdananya, “WISHES” menceritakan tentang konflik batin personal yang dia rasakan. “’WISHES’ cuma bualan perasaan sama konsep ketidakpastian dalam hidup. Karena keabsurdannya, jadi ya fase menjadi pesimis dan bersikap menyerah mungkin enggak jarang dirasain,” tutur Ilham.

Secara musik, “WISHES” terasa sangat gloomy sekaligus catchy. Lagu bertempo sedang tersebut dipersenjatai dengan isian dinding suara gitar semi-bising yang lumayan kentara. Layaknya seperti musik rock hari ini yang terinspirasi oleh sound shoegaze, langkah teknis tersebut rasanya cukup ampuh untuk membangun nuansa emosional ala musik modern emo/soft grunge hari ini yang sedang populer. Dari segi penulisan lirik, pemilihan diksi berkonotasi muram di dalam “WISHES” seperti taburan meses kesedihan di atas kue rasa kegalauan yang membuat rasanya semakin pedih. Part favorit saya adalah bagian bait, “Hanging myself uncertainity. Keep this silence, stares at you”. Lewat gubahan lirik semacam itu, Teenage Against Problem sepertinya memang ingin menangguhkan status mereka sebagai last emo boys on earth.

Untuk ukuran nama band emo/shoegaze, sekilas nama Teenage Against Problem sebetulnya malah terdengar seperti nama dari sebuah band punk urakan yang digawangi oleh anak-anak umur tanggung. Jauh dari kesan puitis plus picisan nama-nama band emo yang sejenis di era sekarang. Ternyata Ilham punya alasan tersendiri kenapa memilih nama tersebut sebagai moniker bandnya. “Umuran remaja selain jadi masa yang menyenangkan juga punya sisi lain, yaitu pencarian jati diri yang memusingkan. Dari sana banyak masalah atau konflik yang muncul, seenggaknya sama diri sendiri. Jadi, yaaa buat ukuran nama band yang hanya ditentukan dalam waktu singkat, nama itu mewakili sih,” ujar Ilham.

Kehadiran “WISHES” sebagai langkah awal Teenage Against Problem di kancah musik nasional sepertinya membuat saya cukup berekspektasi akan lagu-lagu mereka selanjutnya. Mari kita tunggu rilisan terbaru dari mereka. Silahkan dengarkan “WISHES” dari Teenage Against Problem di sini:

prablematic

Picking Teengenerate over Shonen Knife. Enjoying Monty Pythons

Leave a Reply