‘Summer Fling’, Bukti Pee Wee Gaskins Masih Relevan di Ranah Pop-Punk

Bukan rahasia kalau Pee Wee Gaskins adalah salah satu band pop-punk lokal yang sukses menghamburkan virus sub genre tersebut ke skala yang lebih masif di Indonesia. Malah saya rasa, merekalah band yang paling konsisten di antara para koleganya untuk urusan pelestarian permainan musik yang selalu dianggap musik nostalgia 2000-an tersebut. Anggapan saya di atas rasanya terbayar kontan ketika mendengarkan single terbaru mereka yang bertajuk “Summer Fling” yang baru saja dirilis hari ini via Universal Music Indonesia (Jumat, 25/06/2021).

Secara musik, “Summer Fling” punya nuansa pop yang lebih kentara tanpa menjadi terlalu “empuk” untuk ukuran sebuah lagu pop-punk modern. Dilansir dari obrolan saya dengan Dochi (bass & vokal) lewat WhatsApp soal single terbaru ini, pengaruh musik pop yang kental di “Summer Fling” kemungkinan besar dipengaruhi oleh turut andilnya Adi Saptadi dari Easy Tiger dan Ilman Ibrahim dari Maliq & D’Essentials di dalam lagunya. “Di bagian interlude progresi chord-nya diganti sama Ilman jadi miring. Sebenernya lagu ini vibe-nya sama kayak “Lonely Boys, Lonely Girls” yang kami kerjain bareng Adi juga,” tutur Dochi.

Satu hal yang menarik bagi saya dari “Summer Fling” adalah bagaimana Pee Wee Gaskins masih sanggup membuat lagu pop-punk yang secara aspek produksi musiknya masih tetap top-notch dan konsisten sampai hari ini. Pasalnya, banyak band pop-punk hari ini yang kerap kali melabeli diri mereka sebagai band pop-punk tapi lagunya malah terdengar seperti lagu pop rock yang dipopulerkan oleh band-band pengisi soundtrack FTV. Atau bahkan ada band yang konon bergenre pop-punk tapi demi alasan komersil atau ekspansi pendengar malah melemahkan aspek produksi mereka dan membuat lagu mereka “seempuk” mungkin supaya bisa diterima “pasar”. Pola pikir konyol tersebut sepertinya sama sekali tidak mempengaruhi Pee Wee Gaskins sebagai band yang masih anteng bermain pop-punk. Karena buktinya, “Summer Fling” ini masih bisa terdengar sebagai lagu pop-punk yang relevan sesuai dengan kaidah musikal dari para predesornya.

Dibandingkan dengan aspek musiknya, saya malahan lumayan terganggu dengan narasi lirik pada “Summer Fling”. Saya masih merasa ada sesuatu yang banal ketika band lokal memuat narasi “summer” di dalam lirik lagunya. Konsep yang saya masih percayai soal lirik lagu (dan semua karya tekstual pada umumnya) adalah muatannya harus berisi sesuatu yang jujur dan nyata dialami oleh sang penulis liriknya sendiri. Seperti apa yang Stephen Hawking sebutkan di dalam memoirnya, “As with all other aspects of fiction, the key to writing good dialogue is honesty.”

Jadi ketika ada band lokal yang bernyanyi soal musim panas, sepertinya hal itu masih tidak masuk akal bagi nalar saya. Lantaran di Indonesia tidak ada musim panas dan oleh sebab itu, pastinya suatu aktivitas bersifat kultural yang menunjukkan euforia summer itu sendiri tidaklah ada di sini. Meski pun narasinya bisa saja bersifat fiktif, tapi irisan jiwa sang penulis terhadap karyanya menjadi pertanyaan bagi interpretasi saya apabila praktik seperti itu dilakukan ke dalam sebuah karya lagu garapannya.

Menanggapi opini saya soal lirik yang bertema summer tersebut, Dochi punya anggapannya sendiri. Dia bertutur, “Summer jadi analogi liburan aja. Supaya suasana (liburannya) ter-capture.” Tapi sepertinya Dochi pun punya keresahannya sendiri soal konteks narasi summer yang dia tampilkan di “Summer Fling”. Dia pun menambahkan, “Gue baru nyesel sekarang sih kenapa enggak gue submit ‘fling’ aja waktu itu. Karena waktu akhirnya dipilih (judul) ‘Summer Fling’ gue bilang, ‘si summer tuh indonesia’. Mana Juni pula. Apa summer-nya bulan Juni”. Talking about poetic conscience right here.

Mengesampingkan perspektif saya perihal lirik tadi, “Summer Fling” tetaplah lagu pop-punk yang berhasil digarap melalui proses produksi yang baik. Seharusnya band-band “pop-punk” lainnya bisa belajar dari Pee Wee Gaskins bahwa menjadi konsisten di ranah sound bukanlah hal yang buruk. Tentunya menjadi komersil bukanlah juga hal yang buruk. Tapi ketika melemahkan aspek musik demi menjadi komersil dan bukannya memperbaiki segi kualitas, itu baru konyol.

Tonton video lirik “Summer Fling” dari Pee Wee Gaskins di sini:
prablematic

Picking Teengenerate over Shonen Knife. Enjoying Monty Pythons

Leave a Reply