‘Take Off Your Pants And Jacket’ Dan Gateway Subkultur Punk

Musim kemarau tahun 2001 dan juga inget banget di Mall yang namanya Mall Taman Anggrek di daerah Grogol adalah tempat dan juga waktu saya pertama kali membeli first punk records, album kelima dari trio band pop punk terbesar di bumi (mungkin) yang namanya Blink-182 yang berjudul ‘Take Off Your Pants And Jacket’. Mungkin yang emang hidup di era tersebut gak aneh sama yang namanya store Disc Tara. Walaupun namanya ‘Disc’, tetep aja yang bejibun pada beli kaset dulu hahaha.
Era di kala Blink-182 merilis full length ini adalah sebuah era yang bisa dibilang banyak major label dan juga media-media besar sedang hot-hot-nya melakukan eksposur terhadap band subkultur musik punk dan juga banyak band punk. Dan kalau bisa dibentuk dalam kurva sendiri, circa 2000-2004 emang merupakan blooming years-nya tersendiri untuk subkultur punk dan juga di dalamnya subkultur musik pop punk secara khususnya. Wajar sih mungkin apabila anda merupakan seorang manusia yang beranjak dewasa di tahun-tahun tersebut, bisa jadi artefak punk pertama kalian ataupun ‘gateway’ musik kalian melalui salah satu rilisan di tahun-tahun ini. Sebenernya juga sih gak usah malu juga to confess who we used to be, I mean ketika elo sekarang se-anarcho Crass its okay lah kalo emang dulu lo mengenal subkultur punk dari Sum 41. Its all a story to be embrace juga sih kalo diambil dari sisi positifnya 😀

Foto Blink-182 1000 Studio

Balik lagi ke album Blink-182 yang berjudul ‘Take Off Your Pants And Jacket’ yang bisa dibilang di baliknya ada sebuah nama produser yang juga bisa dibilang seseorang yang ada di balik layar suksesnya album-album punk papan atas di tahun 2000-an, yes everyone give a way for the almighty Jerry Finn! Dalam rekornya sendiri beliau semasa hidup emang udah menangani band punk dari modelan kaya Ill Repute, Pennywise, sampe Sum 41 ataupun Fenix Tx. Dan emang sih kalo bisa ditaro salah satu tokoh punk influensial di tahun 2000-an emang gak sah kalo gak nyebutin produser kaya Jerry Finn ataupun Mark Trombino di dalam glossary.
Ngomongin songwritingnya sendiri mungkin formula yang diterapkan oleh Blink-182 di album Enema of The State masih terasa di album ini. Wajar sih kenapa orang-orang yang growing up di tahun 2000-an akhirnya embrace dan suka dengan ramuan songwriting yang ditawarkan oleh Blink-182 sendiri adalah pertama mungkin orang-orang di tahun segitu sudah lumayan capek dengan formulasi songwriting yang cukup njlimet dan serius banget yang ditawarkan banyak band alternative/indierock along 90’s and Blink-182 sendiri di departemen liriknya sendiri yang gak serius menjadi salah satu ‘alternatif’ sendiri di jamannya. Cuma kalo kita ngebahas ‘Take Off Your Pants And Jackets’ sendiri bisa saya bilang ini merupakan album peralihan dari Blink-182 yang isinya anak muda yang nulis lirik isinya toilet jokes kepada Blink-182 yang isi kepalanya udah mulai diverse secara musikalitas. Di album ini, beberapa track yang emang pembawaan songwritingnya lebih serius seperti Anthem Part 2, Stay Together For The Kids, ataupun Story of A Lonely Guy. Tetapi tidak hanya itu, ‘Take Off Your Pants And Jackets’ sendiri masih menyimpan materi yang emang Blink banget dan salah satunya adalah track yang berjudul ‘Happy Holidays’ yang belakangan saya juga baru tahu kalau di kaset versi Indonesia sendiri emang sebenernya liriknya disensor karena emang isinya swearing semua satu lagu sehingga ini lagu tetap dicantumkan hanya aja untuk versi rilisan Indonesia lagu ini jadi instrumental AKA minus lirik. Sound yang ditawarkan di ‘Take Off Your Pants And Jacket’ sendiri sebenernya sebuah sound peralihan sebelum band ini ‘departing’ ke sound yang labih various ya bisa dibilang, let say Tom DeLonge sendiri pernah confess kalau dia punya ketertarikan terhadap sound-sound post hardcore DC kayak Rites of Spring sampai band seperti Quicksand lalu Mark sendiri memiliki tendensi untuk lebih bereksplorasi di sound-sound new wave dan Travis mungkin malah jadi biang hip hop kali ya di band ini. Cuma wondering why kenapa Angels & Airwaves sendiri malah soundnya lebih leaning post rock ya hahaha…

Walaupun bisa dibilang album so called Smiley merupakan album yang berhasil menghantarkan Blink-182 sendiri secara sound ke level yang ‘berbeda’, tetapi 2 full length sebelum ini, ‘Enema of The States’ & ‘Take Off Your Pants & Jacket’, memiliki impact yang lebih signifikan secara kultural sampai sekarang! Apalagi taun 2000-an ma belom dibilang amel (anak melodic) gak bakalan legitimate kalo belom make celana 3/4 #adaaa. Otomatis karena impact secara cultural cukup signifikan, hal ini pun terjadi pada skena musik lokal yang dimanapun bermunculan banyaknya blink worshipper band. Ya gak harus dilihat dari sisi buruknya sih sebenernya karena as a matter of fact toh band blink worshipper ini ada yang masih bertahan hingga detik ini.
Walaupun ‘Take Off Your Pants And Jackets’ merupakan sebuah breed dari musik subkultur punk yang eksis di tengah derainya eksposur rotasi play MTV dan juga chart radio, tapi saya bisa bilang artefak punk yang satu ini bisa saja menjadi ‘Gateway’ untuk subkultur punk bagi banyak geek rumahan seperti saya ataupun pemuda lain di belahan dunia manapun. Hal ini agaknya bukan sesuatu yang berlebihan menurut saya karena bisa saja 15 tahun yang lalu kita memang terlihat poser dan mengapa harus malu! Punk means to accept who you are and who you used to be, LOVE YOURSELF!

Anyway Happy 20th Birthday ‘Take Off Your Pants And Jackets’
I know should’ve posted this article on June 12th
But Its better late than never, isnt it!

financialpowerbomb

Ikan Cupang Baju Kebaya Semoga Pop Punk Selalu Jaya JAYA! JAYA! JAYA!

Leave a Reply