Lemuria, The Band That Keeps Getting Better

Kalau mengingat perkenalan saya dengan Lemuria, cukup aneh juga. Circa 2008-2009, seorang kawan di Yahoo Messenger yang waktu itu istilahnya emang dia sebenernya juga into grindcore/deathmetal thing yang merekomendasikan saya track Lemuria yang berjudul ‘Pants’. Yap lagu yang emang most played dari Lemuria sendiri. Inget banget dia bilang kalo Sheena Ozella sempet ngikut sama Magrudergrind ketika band tersebut tur di tahun 2008 dan beredar rumor juga kalo Sheena sempet perform akustikan di secret show Bandung damn!
Lemuria sendiri merupakan sebuah band yang saya kira cukup influential di scene orgcore/melodic hardcore/pop punk era late 2000-an. Mengapa saya katakan demikian mungkin karena di 2000-an akhir sendiri cukup aneh juga ketika ada band yang mengkooptasi sound 90’s american indierock permutasian Superchunk dan Merge Records bergaul+maen gig bareng+tur juga dengan eksponen yang berada di lingkungan pop punk dan melodic hardcore. Yang secara konsekuensipun, karena work ethic yang gokil dari band ini hal ini pun menelurkan hasil dengan munculnya beberapa eksponen lain di lingkup scene orgcore/pop punk yang memainkan style indiepunk.
Mengutip informasi via Better Yet Podcast, Sheena sendiri mengungkapkan bahwa Lemuria sendiri merupakan sebuah band yang dibentuk di salah satu kota kecil yang tidak terlalu dekat dengan New York, Buffalo. Diinisasi oleh dua kerabat lokal yakni Alex Kerns dan Sheena Ozrella yang dimana kemudia Adam Vernick yang kemudian menjadi bass player pertama band ini. Dan emang sepanjang perjalanan bandnya juga ini band udah terhitung 3 kali ganti dan yang terakhir dan mungkin jadi bass player band ini yang paling fix adalah Max Gregor. Terakhir tau sih si Max jadi juru kampanye Bernie Sanders kemaren dan pantes aja banyak band Asian Man pada ikut kampanye kemaren kayak Joyce Manor, Pet Symmetry, Kitty Kat Fanclub, hahaha.


Mungkin dari beberapa orang yang gue kenal dan mendengarkan Lemuria, beberapa di antaranya memiliki album favorit tersendiri di antara 4 full length yang pernah dirilis. Cuma karena gue nulis Knurd dan gue rekomendasiin full length pertama band ini yang dirilis oleh Asian Man Records, ‘Get Better’. ‘Get Better’ merupakan sebuah full length introduksi yang dieksekusi dengan baik dan juga modest menurut opini saya. Though bisa dibilang bukan merupakan album yang dibuat dengan ‘budget’ tapi Lemuria sendiri telah dengan baik paving their signature sound dan juga signature songwriting sehingga mungkin di album ini emang mereka udah memiliki set up tersendiri di bidang sound dan songwriting. Band inipun dikenal merupakan ‘pelanggan’ cukup setia J. Robins yang dimana J. Robins terkenal dengan outputnya untuk beberapa notable band seperti Hey Mercedes, Jawbreaker, sampai Against Me! Dan untuk Lemuria sendiri, terdapat 2 full length yang diproduseri oleh J. Robins yakni full length kedua yang berjudul ‘Pebble’ dan full length ketiga berjudul ‘The Distance Is So Big’. Yang dimana kalau dibandingkan dengan ‘Get Better’ sendiri, memang range musikalitas Lemuria sendiri bisa dibilang semakin broad. Saya bisa bilang ketika di ‘Pebble’ band ini sedikit menaruh progresi chord emo twinkle+vibe-nya di album tersebut dan sementara di next full length ‘The Distance Is So Big’ sounds more indierock comparing than 02 previous full lengths dan mungkin kulminasi kreatifitas dari Lemuria sendiri bisa ditemukan di full length terakhir yang berjudul ‘Recreational Hate’. Butuh buffer 4 tahun lamanya bagi band ini untuk menghasilkan ‘Recreational Hate’ yang dimana ‘The Distance Is So Big’ sendiri dirilis tahun 2013 dan di 2014 juga band ini sempat tur di Indonesia dengan rute yang gak lazim dilalui oleh band lainnya, yakni menyusur dari utara Sumatra, Aceh, dan berakhir di Jakarta. Yes Lemuria for Jakarta leg is a gig that changes my life forever and becoming the reason why I choose to pick up this kinda music up to this second 🙂 #JadiCurhat.
Oke ngomongin ‘Recreational Hate’ sendiri sebenernya sih sebuah output Lemuria yang amat brilian yah kalo sepengamatan ane sebagai fans. Mengutip dari press rilis band sendiri yang mengatakan bahwa album ini di-engineer oleh Chris Shaw, individu yang ada di balik beberapa album sukses seperti ‘Blue’-nya Weezer sampai A Tribe Called Quest. Dan juga di album ini, band kembali merilis full lengthnya bersama Asian Man Records! Damn man I mean they could like going further but instead of taking a bigger step by get signed into a bigger label like Epitaph, Hopeless, etc, they’re like to manage all the things independently and letting their hommie, Asian Man Records, putting out their record! What an attitude sih! Anyway album inipun untuk distribusi jalur Eropanya dibantu oleh Big Scary Monster, label asal Oxford yg juga merilis band-band seperti Tiny Moving Parts, Chris Farren, dan lain sebagainya.

To date mungkin tidak bisa dibilang kalau band ini merupakan band yang aktif karena memang band ini dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini tidak melakukan tur ataupun merilis karya. Mengutip dari podcast Better Yet, Sheena sendiri mengaku bahwa mungkin Lemuria sedang dalam fase ‘rehat’ sejenak karena emang semua personil hidup berjauhan yakni : Sheena sendiri sekarang bermukim di New York, Alex Kerns bersama istrinya pindah ke Nevada, dan Max Gregor sendiri sekarang udah di DC denger-denger ya dan emang jadi staff White House karena emang demokrat menang kan pemilu kemaren #SebuahJatah. Tahun 2018 dalam rangka promo album ‘Recreational Hate’ band ini harus membatalkan turnya bersama Bethlehem Steel karena isu personal (Denger-denger sih katanya vokalisnya lagi cerai sama band drummer band grinkor yang satu itu hehe). Aduh gue sendiri nulis ini artikel lagi malem minggu plus banyak kerjaan menanti di weekend. Godammit I miss Lemuria so bad 🙁 and I hate this pandemic!

Lemuria’s Sites
Bandcamp
Twitter
Instagram

financialpowerbomb

Ikan Cupang Baju Kebaya Semoga Pop Punk Selalu Jaya JAYA! JAYA! JAYA!

Leave a Reply