Melodic Hardcore: Sebuah Perspektif Personal

Sebelumnya saya ingin mengutarakan kalau mudah mudahan aja esay ini tidak dijadikan patokan tentang what’s this or what’s not tapi mudah mudahan dengan adanya esay ini dapat membuka wacana isi kepala pembaca2 media ini. Pun saya tidak ingin berfikir bahwa pembaca esay ini menjadikan tulisan ini sebagai sebuah ‘border line’ dalam scene itu sendiri. Saya yakin ‘border line’ itu ada, but that shouldnt an excuse for you to be an a**h*le. Ya saya harap Anda mengerti maksud kata kata saya tadi.


Lets say artikel ini awalnya merupakan sebuah pengembangan dari thread twitter saya beberapa bulan ke belakang tentang subgenre dari musik punk bernama Melodic Hardcore or ada yang bilang juga namanya Melodic Punk (Yes term ini begitu melekat buat orang orang yang grow up dan berada di scene akhir 90-an dan early 2000-an). Saya mungkin menarik garis merah dari proto melodic hardcore sendiri circa 1981-85 ketika Minor Threat merilis beberapa album sehingga kemudian memutuskan untuk bubar dan dilanjutkan Dag Nasty yang merilis album pertama ‘Can I Say’ di tahun 1986, saya sendiri memiliki beberapa alasan tertentu mengapa menarik garis merah dari scene east coast hardcore punk ; Pertama adalah karena selain cepat musik hardcore punk yang dimainkan oleh beberapa eksponen hardcore punk tersebut selain agresif namhm ada terselip beberapa part gitar dan juga vocal yang terdengar lebih harmonis dr hardcore punk yang short-fast-loud di era itu dan yang kedua ketika anda mendengarkan band tersebut (terutama Dag Nasty) di beberapa part di lagu2 mereka tersisip vocal melodi di antara scream dan shouting.


Lalu beberapa tahun setelahnya Bad Religion merilis ‘Suffer’ di tahun 1988 which is yang di-amini sendiri oleh Fat Mike sebagai album yang cukup influensial, bahkan termasuk saya mengatakan bahwa album ini menjadi cetak biru musik Melodic Hardcore Punk itu sendiri. Album ini secara signifikan sehingga output yang diciptakan album ini adalah sebuah scene yang dikenal dengan California Sound. Pun saya merujuk California Sound kepada melodic hardcore band yang di awal 90-an disign oleh Epitaph Records seperti NOFX, Ten Foot People, Pennywise, etc. Mungkin kalo bs digambarin esensi musikalitasnya, melodic hardcore sendiri sebagai hardcore punk dengan ketukan drum cepat nan gitar distortif dipadukan dengan alunan vokal yang melodious dan terkadang ada harmoni di antara vokalnya. Yap hal ini cukup distingtif di eranya karena seperti yang kita tahu hardcore punk di era 80-an memiliki rumusan short, fast, and loud though on the later era some bands tend to get evolute from this punk music subgenre.


Subgenre ini saya bisa katakan tidak hanya menjalar di scene west coast saja kala itu, ada Lifetime di East Coast. Yak saya bisa bilang band asal New Jersey cukup signifikan impactnya, terutama apabila kita tracing back untuk banyak bentukan band so called ‘modern pop punk’ hari ini. Saya bs katakan signifikan karena band2 seperti New Found Glory sampai Saves The Day merupakan band yang bs saya katakan terpengaruh langsung dengan sound emotive yang disisipkan di musik melodic hardcore. Yap ketara banget sih kalo dengerin ‘Hello Bastards’ ataupun ‘Jersey’s Best Dancers’ yang dimana chord2 yang biasa dipakai band 90’s midwest dikombinasikan dengan ketukan drum melodic hardcore yang cepat. Yap menurut saya pribadi memang apabila merujuk musik band2 so called ‘Modern Pop Punk’ seperti Story So Far, Man Overboard, Neckdeep, dll, sebenernya secara rooting sound band ini sebenernya band Melodic Hardcore yang later era.

Saya pun secara pribadi membuat pembeda kalau sound Pop Punk sendiri sebenernya merupakan sound yang didefinisikan oleh band2 Lookout! Records beserta band2 worshipper Ramones-Beach Boys di belahan dunia manapun 🙂 Well in fact that I dont blame who recalls this as pop punk as well. Its just a name who gives a shit 🙂 Berharap juga mungkin Prabu Saturday Night Karaoke later on put out an Article about Pop Punk music itself.
Evolusi sound pun dilakukan oleh band2 bentukan exponen dan tokoh Youth Crew seperti Ray Cappo yang membentuk kolektif musikal hare krishna bernama Shelter ataupun Roberto Civarelli Goriilla Biscuits yang membentuk CIV. Saya sendiri yakin kalau sound yang dianut oleh band2 so called easycore merunut kepada band2 yang sebutkan di atas.


Bisa dikatakan musik melodic hardcore punk tidak hanya berkembang di negara asalnya, Amerika, tetapi genre musik ini juga memiliki scene regional yang dimana secara unik scene ini membentuk signatur sound tersendiri di dalam musiknya. Sedikit mengutip perkataan kolega saya, Tirta Saputra yang dimana beliau juga saat ini masih menggawangi sebuah band melodic hardcore legendaris lokal bernama Rejected Kids, ‘Biasanya kalo band Amerika tuh melodious banget sementara band eropa sendiri kedengeran technical banget’. Yak saya sendiri nampaknya sangat setuju dengan poin yang dia maksud, though we know that Propagandhi is a total badass in musicality, tetapi saya yakin banyak band eropa terpengaruh dengan sound full scale killer skill melodic hardcore ala Propagandhi.

Band seperti Satanic Surfer, Skin of Tears, Not Available, Belvedare, No Fun At All, dan lain2, bisa dibilang cukup representatif untuk sound melodic hardcore regional eropa. Sementara untuk scene regional Asia yang diwakili oleh Jepang, kita sama2 tahu bahwa Hi-Standard bersama label2 influensial seperti Pizza of Death dan Snuffy Smile telah berpengaruh banyak dalam pembentukan skena regional di Jepang. Dan mungkin sampai mereka memiliki sebuah term tersendiri yakni ‘J-Punk’ utk pelabelan band2 melodic hardcore regional Jepang. Yang menarik selain menggunakan sensibilitas pop yang unik di dalam formulasi melodic hardcore scene ini, scene regional di Jepang juga diramaikan oleh band2 yang memformulasikan melodic hardcore UK seperti Leatherface, Skimmer, Chopper, sampai elemen emo/indierock seperti Jawbreaker ataupun J-Church. Tak heran mengapa di scene regional Jepang terdengar melodious dan sedikit emotive.


Dan kalo ngomongin scene melodic hardcore, pun rasanya gak lengkap klo gak ngomongin scene lokal. Sebenernya gw juga blm pernah tracing sih untuk di artefak pertama bgt di scene melodic punk tuh apa cuma yang gw tau sih emang self-titled-nya Sendal Jepit yang dirilis tahun 1998 bisa dibilang album melodic hardcore/punk lokal pertama. Dan untuk diaspora skena nya sendiri, secara personal gw rasain yang emang terjadi di tahun 2000-an itu ada 2 skena gede yang sama2 megang untuk skena melodic hardcore sendiri yakni Skena Jakarta dan Bandung. Dan mengutip perkataan temen gw si Petir tadi ‘Emang sih klo di Jakarta itu rata2 bandnya berkiblat ke sound2 melodic hardcore eropa which is yang bandnya cenderung lebih kebut sementara Bandung sendiri secara identifikasi soundnya terdengar lebih melodious. Mungkin untuk orang yg grew up in the early 2000-an udh gak asing dengan nama2 band seperti Speak Up, Kuro!, Konflik, Mary Ann, No Label, Rejected Kids, Radio Hits yang merepresentasikan skena melodic hardcore Jakarta dan di Bandung sendiri nama-nama seperti Rocket Rockers, Nudist Island, Sendal Jepit, Buckskin Bugle yang juga merepresentasikan scene Bandung.


Mungkin seperti manusia yang selalu berevolusi dan berkembang, subgenre ini pun saya yakinkan akan berkembang seiring dengan waktunya, yang sebenernya musti kita renungin sih kyk ‘how open minded we are to these new things??’ Saya bukan orang yang menyukai glorifikasi akan kejayaan ini itu di masa lalu sebenernya dan mungkin saya rasa juga gak ada salahnya kalo skena ini udh ada di level yang dimana pelaku di dalamnya harus aware dengan pendokumentasian subgenre ini. Mungkin dr tulisan ini, ada yang tercetus untuk melakukan pendokumentasian skena melodic hardcore/punk lokal??! Mudah mudahan lah ada ya amiiinnn….

Artikel: Rizkan

Habsi Mahardicha

Band Manager of eleventwelfth, Bedchamber, Circarama

Leave a Reply