Martha: A Blister In The Pit of My Heart

Kali ini mungkin saya ingin bercerita tentang band yang walaupun nama band ini terdengar more likely a solois ya ataupun nama nyokapnya Clark Kent. Yak, kali ini kita akan sedikit mengelaborasi salah satu band indiepunk favorit saya bernama Martha.


Bisa dibilang kalo Martha merupakan salah satu eksponen skena indiepunk UK sounded favorit saya, selain seperti yang kita tau di dataran Inggris sendiri ada beberapa nama yang juga memiliki kategori sound yang Martha mainkan seperti Colour Me Wednesday, Happy Accidents, Milk Crimes, No Ditching, Just Blankets, etc. Pertemuan saya sendiri dengan Martha sebenarnya agak lucu juga karena pun sebelum mengenal Martha, saya juga mendengarkan Onsind yang dimana 2 orang dari Martha merupakan eksponen folk duo Onsind yang dimana saya notice folk duo ini via sebuah cover video Spoonboy yang kala itu lg doyan iseng bkin cover song bersama kawan-kawan tur seperti Colour Me Wednesday, RVIVR, dll.


Introduksi saya terhadap Martha ada pada selftitled EP mereka yang dirilis tahun 2012 via label DIY personil band ini, Discount Horse Records, yang sebenernya gak terlalu menarik perhatian gw tbh. TETAPI, nampaknya debut full length mereka yang berjudul ‘Courting Strong’ yang dirilis tahun 2014 via label indiepop kenamaan UK, Fortuna Pop! (RIP). Mungkin gak saya aja yang terpesona dengan full length ini, tetapi beberapa individu di belahan dunia lainnya yang dibuktikan kalo pendistribusian debut full length ini juga ditangani oleh label indiepunk/orgcore kenamaan asal Michigan, Salinas Records.


Secara musikalitas sendiri, Martha bisa dibilang merupakan band hasil dari sebuah fenomena yang ada di skena yg saya namakan ‘Lemuria Explosion’ haha (Sebenernya agak iseng aja si saya namain begini soalnya semenjak full length Lemuria ‘Get Better’ meledak di scene mulai banyak di scene punk memainkan style musik indiepunk). Dan ya salah satu produk yang dihasilkan adalah Martha sendiri tetapi sebenernya si ada yang menarik dari ‘Lemuria Explosion’ ini sendiri. Karena yang saya liat di UK sendiri beberapa band menampilkan sound yang tidak berkiblat pada sound2 yang diadopsi band indiepunk lainnya, ya let say lah byk band indiepunk dimanapun berkiblat sm band2 seperti Superchunk, Archers Loaf, Replacements, etc.

Nah di UK sendiri byk band2 yang justru berkiblat kepada sound yg lebih indiepop yap jadi klo secara sound pasti terasa sedikit berbeda kalo misalkan band indiepunk US atau beberapa bagian lainnya mengadopsi sound sound alternative US/band-band Merge Records, sementara di UK sendiri terdapat beberapa band indiepunk yang mengadopsi sound2 dari band-band Sarah Records dan banyak legenda indiepop lainnya. Jd ya kurang lebih dari elaborasi yg saya jabarkan di atas mungkin saya dapat gambarkan musik Martha sendiri sound indiepunk-ish yg berkiblat di scene indiepop UK.


Agak sedikit berbeda dengan scene US yang dimana untuk band-band ska, indiepunk, orgcore, memiliki perhelatan khusus tiap tahunnya yang bernama The Fest yang diadakan di Gainesville, untuk scene UK sendiri memiliki perhelatan tahunan khusus bernama Indietracks yang dimana scene nya mereka ini justru nge-blend dengan scene indiepop, twee, dll. Dan tentunya Martha termasuk band masuk mengisi headline untuk festival ini bersama band2 scene UK lain seperti Joanna Gruesome, Colour Me Wednesday, etc. Tetapi yang cukup mencengangkan di sini bisa dibilang popularitas Martha sendiri sebenernya yang gak terkenal di scene eropa dan UK saja, merekapun sudah melakukan extensive tour di US dengan beberapa exponen US lain seperti Delay dan Jeff Rossenstock, dan yang lebih mencengangkan lagi sih pas tau ni band main di Live Session The Chris Gethard Show beberapa taun yang lalu. So how about The Fest?@! Why did they miss it out?! God knows why haha! Walaupun to date ada Happy Accidents yang tercatat maen The Fest sebelum pandemi gede berlangsung.


Sampai saat ini, kuartet ini telah merilis 3 full length yang dimana 3 stuff ini wajib anda dengar semua juga si, none of their full length stuff sounds bad tbh lol. Yang dimana 2 full length awal dirilis oleh Fortuna Pop! yang dimana doski state berhenti label-labelan 3 taun yang lalu dan full length terakhir yang berjudul ‘Love Keeps Kickin’ dirilis oleh label gede asal Oxford, Big Scary Monster, yang dimana label ini jg merilis album-album dari nama-nama musisi/band yang cukup besar di scene seperti Matt Pryor (The Get Up Kids), Minus The Bear, Pet Symmetry, dll.


Individu-individu di dalam Martha sendiri, sebenarnya bukan individu yang memiliki satu project, seperti yang diketahui Daniele Ellis dan Nathan Griffin sendiri sudah tergabung dalam duo folk Plan-It-X bernama Onsind, lalu Naomi Griffin, yang juga merupakan sepupu Nathan Griffin, tergabung di dalam band indiepop lokal Durham bernama No Ditching, dan JC Cairns juga dikenal dengan band indiepunknya bernama Fashanu.
Untuk semua rilisan Martha yang pasti banyak tersedia di kanal-kanal digital seperti bandcamp, spotify, etc, dan yang pasti band ini saya rekomen banget untuk didengerin.

Artikel oleh Rizkan

Habsi Mahardicha

Band Manager of eleventwelfth, Bedchamber, Circarama

Leave a Reply